Saldo PKH Tahap 1 2026 Mulai Masuk Rekening BRI Ini Daftar Daerah dan Nominal Bantuan
uang--
Penyaluran bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) Tahap 1 tahun 2026 mulai terealisasi di sejumlah wilayah. Sejak Jumat malam, 6 Februari 2026, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melaporkan saldo bantuan telah masuk ke rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), khususnya melalui Bank BRI.
Masuknya dana ini menandai bahwa pencairan tahap awal sudah berjalan, meski belum dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia. Pemerintah memang menerapkan skema penyaluran bertahap sesuai kesiapan data dan wilayah.
Pencairan PKH Tahap 1 Dilakukan Bertahap
Berdasarkan laporan penerima, saldo PKH mulai terlihat di rekening KKS pada malam hari, umumnya setelah pukul 21.00 WIB. Perbedaan waktu pencairan antarwilayah dan antarKPM merupakan bagian dari mekanisme distribusi yang diterapkan pemerintah.
Mayoritas penerima memantau dana masuk melalui layanan mobile banking atau aplikasi perbankan digital. Cara ini dinilai lebih praktis dibandingkan harus mengecek langsung ke ATM atau kantor bank.
Daftar Daerah yang Sudah Menerima PKH Tahap 1
Laporan pencairan datang dari berbagai daerah dengan nominal yang bervariasi. Di Jawa Timur, khususnya wilayah Madura, KPM melaporkan saldo bantuan sebesar Rp500.000 masuk ke rekening KKS pada malam hari.
Dari Palembang, Sumatera Selatan, terdapat laporan bantuan yang diterima mencapai Rp1.500.000. Sementara itu, KPM di wilayah Tangerang juga mengonfirmasi dana masuk dengan jumlah berbeda, bergantung pada komponen PKH yang dimiliki.
Di Manado, Sulawesi Utara, bantuan dilaporkan cair dengan total Rp726.000 untuk komponen anak sekolah jenjang SD dan SMA. Dari Sumatera Barat, saldo yang masuk tercatat sekitar Rp850.000.
Laporan lain datang dari Asahan, di mana bantuan untuk komponen anak SD cair sebesar Rp225.000. Di Cianjur, pencairan mencakup komponen balita dan anak SD yang masuk hampir bersamaan pada malam hari.
Nominal PKH Disesuaikan Komponen dalam Keluarga
Besaran bantuan PKH yang diterima tidak sama untuk setiap KPM. Nominal disesuaikan dengan jumlah dan jenis komponen dalam satu keluarga.
Beberapa penerima melaporkan saldo Rp975.000 dari gabungan komponen balita dan anak SD. Ada pula KPM yang menerima hingga Rp1.950.000, menandakan kepemilikan lebih dari satu komponen bantuan.
Nominal lain yang terpantau antara lain Rp600.000 dan Rp87.000. Pada sebagian rekening, dana yang masuk masih berupa PKH, sementara bantuan pangan belum dicairkan.
Pemerintah Ingatkan Pemanfaatan Bansos Secara Tepat
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengingatkan agar seluruh bantuan sosial, termasuk PKH, dimanfaatkan sesuai peruntukannya. Dana tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga, seperti pangan, kesehatan, dan pendidikan anak.
Pemerintah juga menekankan agar bantuan tidak digunakan untuk kebutuhan konsumtif berlebihan atau dijadikan alasan untuk berutang. Penggunaan yang tidak tepat justru berpotensi menambah beban ekonomi keluarga.
Program bantuan sosial dirancang untuk membantu keluarga bertahan di tengah tekanan ekonomi, mendorong kemandirian, serta meningkatkan kualitas hidup secara bertahap dan berkelanjutan.
Kesimpulan
Pencairan PKH Tahap 1 tahun 2026 mulai masuk ke rekening BRI di sejumlah daerah dengan nominal yang bervariasi. Perbedaan jumlah bantuan dipengaruhi oleh wilayah dan komponen PKH yang dimiliki masing-masing KPM. Masyarakat diimbau rutin mengecek saldo dan menggunakan bantuan sesuai kebutuhan utama keluarga.