Jejak Panjang di Pasar Modal

Pada 2005, Friderica mulai berkiprah di Bursa Efek Indonesia.

Kariernya berkembang dari posisi teknis hingga menduduki jabatan strategis.

Ia pernah menjabat Kepala Departemen Komunikasi, Sekretaris Perusahaan, serta Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia pada periode 2009 hingga 2015.

Di sela-sela perjalanannya, ia juga pernah dipercaya menjadi staf khusus di Kementerian Keuangan.

Setelah lebih dari satu dekade di bursa, Friderica melanjutkan karier di Kustodian Sentral Efek Indonesia.

Ia menjabat Direktur pada 2015–2016, lalu dipercaya sebagai Direktur Utama KSEI pada periode 2016–2019.

Kariernya berlanjut ke industri sekuritas dengan menduduki posisi Direktur Utama BRI Danareksa Sekuritas pada 2020–2022.

Masuk OJK dan Peran Strategis

Pada 2022, Friderica terpilih sebagai Anggota Dewan Komisioner OJK yang membidangi Edukasi dan Perlindungan Konsumen.

Posisi tersebut diembannya hingga akhirnya dipercaya menjalankan tugas sebagai pengganti Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK.

Untuk menunjang profesionalismenya, ia juga mengantongi sertifikasi Wakil Manajer Investasi dan Wakil Penjamin Emisi Efek.

Laporan Kekayaan

Berdasarkan laporan harta kekayaan terakhir, total aset Friderica Widyasari Dewi tercatat sekitar Rp85 miliar.

Sebagian besar kekayaan tersebut berupa aset tanah dan bangunan di sejumlah daerah.

Selain itu, ia juga memiliki kendaraan pribadi, harta bergerak lainnya, serta kas dan setara kas, setelah dikurangi kewajiban utang.

Kehidupan Keluarga

Dalam kehidupan pribadi, Friderica menikah dengan seorang perwira tinggi Polri purnawirawan yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme.

Dengan latar belakang lintas bidang, mulai dari hiburan, akademik, pasar modal, hingga regulator, Friderica Widyasari Dewi kini menjadi salah satu figur sentral dalam kepemimpinan OJK.