Danantara Pastikan Tak Ada IPO BUMN pada 2026, Fokus Restrukturisasi
Danantara--
Jakarta — Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) memastikan tidak ada perusahaan milik negara yang akan melantai di Bursa Efek Indonesia melalui skema penawaran umum perdana saham (IPO) sepanjang 2026.
Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara Dony Oskaria mengatakan keputusan tersebut diambil agar proses konsolidasi dan restrukturisasi BUMN dapat berjalan maksimal sebelum masuk ke tahap pelepasan saham ke publik.
“Jadi memang untuk tahun ini kita belum ada yang akan kita lakukan. Pertama karena tadi, hasil konsolidasi ini akan kita lihat seberapa besar impactnya, kemudian juga kita akan mendefinisikan ulang, mana perusahaan-perusahaan yang akan kita go public, mana perusahaan yang memang akan go private,” ujar Dony dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (12/2/2026).
IPO Diproyeksi Mulai 2027
Menurut Dony, langkah IPO kemungkinan baru akan dijalankan pada 2027, setelah arah strategis masing-masing entitas hasil konsolidasi ditetapkan secara jelas.
“Jadi Insya Allah mudah-mudahan tahun 2027 kita akan mulai melakukan proses IPO terhadap perusahaan-perusahaan kita yang akan memang secara pemikiran itu akan kita lakukan untuk public offering, jadi untuk milik masyarakat gitu,” katanya.
Perombakan Besar Struktur BUMN
Danantara tengah menjalankan agenda perombakan menyeluruh terhadap struktur BUMN. Jumlah anak dan cucu usaha yang saat ini mencapai 1.043 entitas ditargetkan dipangkas menjadi sekitar 300 entitas pada tahun ini.
Dony menegaskan restrukturisasi tersebut akan menyentuh seluruh BUMN tanpa terkecuali.
“Semua BUMN akan menghadapi perombakan,” ujarnya.
Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi korporasi pelat merah sebelum membuka peluang pendanaan melalui pasar modal.