++++

Apa yang Harus Dilakukan Investor?
Meski harga sedang melambung, para analis keuangan menyarankan agar investor tidak terburu-buru. Emas memang tengah di puncak tren, namun pembelian sebaiknya dilakukan dengan strategi yang matang.

“Emas bukan aset spekulatif jangka pendek. Ia adalah benteng finansial untuk jangka panjang,” ungkap Rina Wijaya, analis komoditas dari IndoGold Research.

Baca juga: Pofil Tampang Pandji Pragiwaksono Komika dan Mantan Timses Anies Baswedan yang Kini Viral Usai Acara Mens Rea di Netflix

Salah satu strategi yang direkomendasikan adalah dollar-cost averaging—membeli emas secara berkala dalam jumlah tetap, terlepas dari harga harian. Pendekatan ini membantu investor menghindari risiko membeli di puncak harga.

Selain itu, penting juga memperhatikan spread harga jual-beli. Saat ini, selisih antara harga jual dan buyback Antam berada di kisaran Rp144.000 per gram, angka yang relatif stabil dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

Prediksi Harga Emas: Bisa Tembus Rp2,7 Juta per Gram?
Beberapa lembaga riset global, termasuk World Gold Council dan Bank of America, memperkirakan bahwa selama ketegangan geopolitik tetap tinggi—khususnya jika konflik AS-Venezuela atau isu Greenland memburuk—harga emas dunia berpotensi menyentuh US$4.600 per troy ons dalam dua pekan ke depan.

Jika skenario itu terwujud, harga emas Antam di Indonesia bisa menembus Rp2,7 juta per gram, menjadikannya salah satu level tertinggi sepanjang sejarah.

Namun, jika diplomasi internasional berhasil meredakan ketegangan dalam waktu dekat, harga emas kemungkinan besar akan konsolidasi di kisaran saat ini atau sedikit turun sebagai bentuk koreksi teknis.