Harga Emas Antam Melesat Tajam ke Rp2,549 Juta per Gram: Gejolak Geopolitik Global dan Aksi Pelarian Massal ke Aset Aman
Harga Emas Antam Melesat Tajam ke Rp2,549 Juta per Gram: Gejolak Geopolitik Global dan Aksi Pelarian Massal ke Aset Aman
Dunia investasi logam mulia kembali diguncang oleh gelombang ketidakpastian global. Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM), yang lebih dikenal dengan sebutan emas Antam, mencatat kenaikan signifikan pada perdagangan hari ini, Selasa (6/1/2026). Lonjakan ini bukan sekadar fluktuasi pasar biasa, melainkan cerminan langsung dari eskalasi ketegangan geopolitik yang memicu flight to safety—aksi pelarian investor ke aset-aset yang dianggap aman, seperti emas.
Harga Emas Antam Naik Rp34.000 per Gram, Sentuh Level Rp2,549 Juta
Berdasarkan data resmi dari Logam Mulia—anak usaha Antam yang mengelola distribusi emas batangan—harga emas Antam hari ini mencapai Rp2.549.000 per gram, naik Rp34.000 dibandingkan penutupan perdagangan Senin (5/1/2026) di level Rp2.515.000 per gram. Kenaikan ini juga terpantau di sisi buyback atau harga pembelian kembali, yang kini berada di Rp2.405.000 per gram, meningkat sebesar Rp34.000 dari hari sebelumnya.
Lonjakan harga ini bukan fenomena domestik semata. Ia merupakan respons langsung terhadap pergerakan harga emas dunia yang tengah melesat tajam akibat kekhawatiran investor terhadap stabilitas politik dan keamanan global.
Emas Dunia Tembus Rekor Mingguan di US$4.441 per Troy Ons
Di pasar komoditas internasional, harga emas spot ditutup pada US$4.441,1 per troy ons pada perdagangan Senin (5/1/2026) waktu New York. Angka ini naik 2,52% dalam satu hari dan menjadi level tertinggi sepanjang pekan ini. Kenaikan dramatis tersebut didorong oleh sejumlah faktor makroekonomi, namun yang paling dominan adalah eskalasi ketegangan geopolitik di berbagai kawasan strategis dunia.
Geopolitik Memanas: Langkah Kontroversial Trump Picu Kegelisahan Pasar
Salah satu pemicu utama gejolak harga emas kali ini adalah pernyataan kontroversial mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang kembali tampil di panggung politik global dengan gaya provokatifnya. Pada akhir pekan lalu, beredar laporan bahwa pemerintahan Trump—yang kini bersiap kembali maju dalam pemilu 2028—telah melakukan operasi rahasia yang menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.
Update Terbaru
DPR Soroti Penghapusan Status Guru Honorer, Minta Jalur Afirmasi untuk Guru Non-ASN
Sabtu / 09-05-2026, 19:38 WIB
Skema Baru Guru Non-ASN Berlaku 2027, Pemerintah Siapkan PPPK Paruh Waktu
Sabtu / 09-05-2026, 19:34 WIB
Diduga Klinik Kecantikan Ganti DNA Salmon dengan Air Keran, Eks Dokter Bongkar Dugaan Praktik Curang
Sabtu / 09-05-2026, 19:32 WIB
Final Kejurnas Voli U18 2026 Hari Ini, Cinus VC dan Bivota Inges Rebut Posisi Tiga
Sabtu / 09-05-2026, 19:26 WIB
Hantavirus Andes di Kapal MV Hondius Dipastikan Belum Pernah Ditemukan di Indonesia
Sabtu / 09-05-2026, 19:19 WIB
Kasus Dugaan Hantavirus di Spanyol Bertambah, WHO Pantau Klaster Kapal Pesiar MV Hondius
Sabtu / 09-05-2026, 18:46 WIB
Link Guru Bahasa Inggris Viral di TikTok dan X Bikin Heboh, Warganet Diingatkan soal Ancaman Phishing
Sabtu / 09-05-2026, 18:44 WIB
23 Kasus Hantavirus di Indonesia Tersebar di 9 Provinsi, Tiga Pasien Meninggal
Sabtu / 09-05-2026, 18:41 WIB
Geely Galaxy M7 Banjir 10 Ribu Pesanan dalam 12 Jam, Harga SUV Hybrid Ini Mulai Rp278 Jutaan
Sabtu / 09-05-2026, 18:38 WIB
5 Biodata Pemain My Dearest Assassin yang Jadi Sorotan di Netflix
Sabtu / 09-05-2026, 18:26 WIB
Jumlah Jemaah Haji Indonesia yang Wafat di Arab Saudi Bertambah Jadi 20 Orang
Sabtu / 09-05-2026, 18:25 WIB
Guru di Kepanjen Malang Diduga Lecehkan Siswi, Video Pertemuan dengan Keluarga Korban Viral
Sabtu / 09-05-2026, 18:21 WIB
Rahasia Umur Panjang David Attenborough di Usia 100 Tahun Lewat 5 Kebiasaan Sederhana
Sabtu / 09-05-2026, 18:11 WIB






