Jelang Penutupan Tahun 2025, Rupiah Menguat Tipis—Tapi Tahun Ini Tetap Jadi Salah Satu yang Terlemah di Asia
Kebijakan Fiskal Domestik Ikut Picu Kegelisahan Investor
Namun, sorotan tidak hanya tertuju pada faktor eksternal. Sepanjang 2025, pasar finansial juga merespons dengan cemas setiap langkah kebijakan fiskal dalam negeri. Program belanja pemerintah yang cenderung bersifat populis, wacana perluasan peran negara dalam pembiayaan proyek strategis, serta kurangnya transparansi dalam pengelolaan APBN, memicu kekhawatiran akan melemahnya disiplin fiskal.
Bahkan, setiap kali muncul sinyal—entah itu lewat pernyataan pejabat maupun rancangan kebijakan—yang dianggap menjauh dari komitmen defisit anggaran maksimal 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB), pasar langsung bereaksi. Nilai tukar rupiah pun turun, dan imbal hasil (yield) surat utang negara naik sebagai respons terhadap risiko fiskal yang dirasakan semakin tinggi.
Roller Coaster Semester II: Intervensi BI Tak Cukup Tanpa Koordinasi Kebijakan
Pergerakan rupiah selama semester kedua 2025 bisa digambarkan seperti roller coaster—naik-turun secara ekstrem dalam waktu singkat. Di tengah gejolak tersebut, Bank Indonesia (BI) berupaya keras menstabilkan nilai tukar dengan berbagai instrumen, termasuk intervensi langsung di pasar valuta asing dan penggunaan monetary operations.
Meski cadangan devisa Indonesia masih tergolong kuat—berada di kisaran USD145 miliar hingga akhir Desember 2025—efektivitas intervensi BI mulai dipertanyakan. Tanpa dukungan kebijakan fiskal yang kredibel dan koordinasi lintas-lembaga yang solid antara pemerintah pusat, BI, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), upaya stabilisasi nilai tukar cenderung bersifat temporer dan reaktif, bukan struktural.
Akhir Tahun Bukan Titik Balik—Hanya Jeda Sementara
Penguatan rupiah pada hari terakhir perdagangan tahun ini memang memberi sedikit napas lega bagi pelaku pasar. Namun, banyak analis sepakat bahwa penguatan ini bersifat teknis, murni dorongan dari penyesuaian posisi investor asing yang menutup buku tahunan dan menarik dana sementara dari pasar global.
Update Terbaru
PSG vs Arsenal: Final Liga Champions 2026 di Budapest
Sabtu / 23-05-2026, 19:34 WIB
Lautaro Martinez dan Nico Paz Raih Penghargaan Terbaik Serie A
Sabtu / 23-05-2026, 19:33 WIB
Toyota Veloz Hybrid Catat Lonjakan Pemesanan hingga Sepuluh Ribu Unit
Sabtu / 23-05-2026, 19:33 WIB
Menteri Budaya Ucapkan Selamat kepada Sutradara Jin Mi-song atas Kemenangan di Cannes
Sabtu / 23-05-2026, 19:33 WIB
Persib Bandung Juara Super League 2025/26 Usai Imbang Lawan Borneo FC
Sabtu / 23-05-2026, 19:18 WIB
Boyband Thailand BUS Gelar Fancon Perdana di Jakarta
Sabtu / 23-05-2026, 19:13 WIB
Sutradara Ungkap Alasan Perubahan Jalur Film The Mandalorian
Sabtu / 23-05-2026, 19:13 WIB
Cara Daftar DANA Cicil Agar Cepat Disetujui
Sabtu / 23-05-2026, 19:13 WIB
Jadwal Siaran Langsung Sepak Bola 23 Mei 2026: Super League dan Turnamen Internasional
Sabtu / 23-05-2026, 19:08 WIB
Star Wars Catat Penjualan Tiket Pratinjau Terendah Sepanjang Sejarah
Sabtu / 23-05-2026, 19:03 WIB
Aston Martin DB9 Disulap dengan Mesin Corvette V8 dan Semburan Api
Sabtu / 23-05-2026, 18:58 WIB
Cara Bayar Tagihan SPayLater Secara Online dan Offline
Sabtu / 23-05-2026, 18:48 WIB
Crystal of Atlan Resmi Berkolaborasi dengan NieR Automata
Sabtu / 23-05-2026, 18:45 WIB
Kartu Grafis China Lisuan LX 7G100 Mulai Diuji Publik
Sabtu / 23-05-2026, 18:43 WIB






