Profil Tampang Ardan Solihin Pejabat Jakarta Utara Diduga Lindungi Adiknya yang Terlibat Penggelapan Mobil, Lengkap: Umur, Agama dan IG
Profil Tampang Ardan Solihin Pejabat Jakarta Utara Diduga Lindungi Adiknya yang Terlibat Penggelapan Mobil, Lengkap: Umur, Agama dan IG
Nama Ardan Solihin kini tengah menjadi sorotan publik setelah sebuah video yang memperlihatkan sikap arogannya terhadap korban dugaan penggelapan mobil beredar luas di media sosial. Video tersebut bukan hanya menyita perhatian warganet, tetapi juga memicu tanda tanya besar terkait integritas seorang pejabat publik yang seharusnya menjadi teladan di lingkungan pemerintahan.
Dalam video yang diunggah melalui akun Threads @amandaaudee pada Rabu, 11 Desember 2025, terlihat Ardan Solihin—yang diketahui menjabat sebagai Kepala Bagian Pembangunan dan Lingkungan Hidup pada Sekretariat Kota Administrasi Jakarta Utara—tampak emosional saat berhadapan dengan seorang korban. Korban tersebut diketahui sedang berusaha menuntut pertanggungjawaban terhadap adik Ardan, Indra Solihin, yang diduga telah menggadaikan mobil sewaan milik korban.
Reaksi Arogan di Depan Kamera
Dalam rekaman video tersebut, Ardan terlihat menunjuk-nunjuk korban sambil berkata tegas, “Gak usah kamu gitu-gitu, kamu dengar gak? Yaudah itu urusan nanti polisi, bukan saya.” Kalimat tersebut sontak memicu kekecewaan publik, terutama karena Ardan tidak menunjukkan empati atau upaya mediasi sebagai seorang pejabat yang seharusnya mengayomi.
Alih-alih membantu menyelesaikan masalah, Ardan justru menarik adiknya masuk ke dalam ruang kantor dan menyuruh korban pulang serta menyerahkan seluruh proses penyelesaian kepada pihak kepolisian. Sikap tersebut dianggap sebagai bentuk penghindaran tanggung jawab sekaligus upaya melindungi keluarganya dari konsekuensi hukum.
Kronologi Kasus Penggelapan Mobil
Menurut unggahan akun @amandaaudee, mobil yang seharusnya dikembalikan oleh Indra Solihin ternyata malah digadaikan tanpa izin pemilik. Sang korban, yang merupakan penyewa kendaraan, merasa dirugikan secara finansial dan emosional. Upayanya menemui Indra secara langsung gagal, hingga akhirnya ia mencoba menemui Ardan Solihin, yang merupakan kakak dari pelaku, di kantornya di Jakarta Utara.
Namun, bukan solusi yang didapat, melainkan sikap yang dianggap merendahkan dan tidak profesional dari seorang pejabat tingkat kota.
Profil Ardan Solihin: Pejabat Publik di Tengah Sorotan
Berdasarkan informasi resmi dari Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara, Ardan Solihin menjabat sebagai Kepala Bagian Pembangunan dan Lingkungan Hidup di Sekretariat Kota Administrasi Jakarta Utara. Jabatan tersebut merupakan posisi strategis yang terkait langsung dengan pengelolaan infrastruktur, tata ruang, serta kebijakan lingkungan hidup di wilayah pesisir ibu kota.
Ironisnya, jabatan penting yang diembannya kini justru dipertanyakan lantaran dugaan keterlibatannya dalam melindungi keluarga dari kasus hukum. Publik pun mempertanyakan apakah etika pelayanan publik dan akuntabilitas pejabat benar-benar dijunjung tinggi dalam kasus ini.
Respons Warganet dan Tuntutan Transparansi
Unggahan akun @amandaaudee telah dibagikan ribuan kali dan memicu gelombang komentar dari warganet. Banyak yang menuntut agar pihak terkait—baik pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum—segera menindaklanjuti kasus ini secara transparan.
Beberapa komentar menyebut bahwa jika dugaan pelindungan terhadap pelaku penggelapan terbukti, maka Ardan Solihin patut dipertimbangkan untuk diberhentikan sementara dari jabatannya demi menjaga marwah birokrasi. Lainnya menyoroti pentingnya reformasi birokrasi yang tidak hanya berbasis kompetensi, tetapi juga integritas moral.
Antara Keluarga dan Amanah Publik
Kasus ini kembali mengingatkan kita pada dilema yang sering kali dihadapi pejabat publik: bagaimana menyeimbangkan loyalitas keluarga dengan tanggung jawab kepada masyarakat. Sebagai abdi negara, seorang pejabat seharusnya menempatkan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi atau keluarga.
Namun, dalam video yang beredar, Ardan Solihin tampak lebih memilih melindungi adiknya ketimbang memberikan ruang penyelesaian yang adil bagi korban. Hal ini bukan hanya merugikan pihak korban, tetapi juga merusak kepercayaan publik terhadap institusi pemerintahan.
Update Terbaru
Cristiano Ronaldo Buka Suara soal Perjuangan di Piala Dunia Usai Portugal Menang: 'Pekan yang Kelam'
Rabu / 24-06-2026, 02:56 WIB
Prabowo Ungkap Penyebab Gaji Guru Kecil: Kebocoran Ekonomi Rp2.500 Triliun per Tahun
Rabu / 24-06-2026, 02:56 WIB
BIN Dipanggil Ikut Rapat soal Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa: Dampak Global Itu Luar Biasa
Rabu / 24-06-2026, 02:56 WIB
PDIP Singgung Nama Gibran Usai Mahasiswa UBK Akui Terima Rp20 Juta
Rabu / 24-06-2026, 02:56 WIB
Roy Suryo Tak Ditahan, Berpeluang Bebas Bepergian ke Luar Negeri
Rabu / 24-06-2026, 02:56 WIB
Cara Cek Jadwal Pencairan 3 Jenis Bansos yang Cair Juli 2026
Rabu / 24-06-2026, 02:54 WIB
Cara Cek Pencairan Dana Bansos Tambahan Rp26 Triliun untuk PKH 2026
Rabu / 24-06-2026, 02:50 WIB
4 Strategi Efektif Raih Cuan dari TikTok di Tahun 2026
Rabu / 24-06-2026, 02:49 WIB
Cara Cek Status Penerimaan 3 Jenis Bansos yang Disalurkan Akhir Juni 2026
Rabu / 24-06-2026, 02:49 WIB
Rekor 60 Tahun Tumbang! Cristiano Ronaldo Jadi Raja Gol Portugal di Piala Dunia
Rabu / 24-06-2026, 02:49 WIB
Cristiano Ronaldo Bawa Portugal Menang Telak, Target Juara Piala Dunia 2026
Rabu / 24-06-2026, 02:49 WIB
5 Aplikasi Penghasil Saldo DANA yang Terbukti dan Terpercaya
Rabu / 24-06-2026, 02:42 WIB
Lirik dan Makna Lagu Denok yang Viral di Sosial Media
Rabu / 24-06-2026, 02:42 WIB
Tesla Tabrak Pilar Mal di Pennsylvania, Pengemudi Klaim Mobil Melaju Sendiri
Rabu / 24-06-2026, 02:35 WIB






