Tragedi Banjir di Aceah Tengah: Heru Pemilik Monokrom Café Hanyut dan Ditemukan Meninggal Dunia
Aceh-Instagram-
Tragedi Banjir di Aceah Tengah: Heru Pemilik Monokrom Café Hanyut dan Ditemukan Meninggal Dunia
Kabar duka menyelimuti warga Kabupaten Aceh Tengah, khususnya di kawasan Pestak, menyusul kabar meninggalnya Heru, pemilik Monokrom Café, setelah terseret arus banjir bandang yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu. Peristiwa tragis ini tidak hanya mengguncang keluarga dan rekan kerja mendiang, tetapi juga menyisakan luka mendalam di tengah komunitas yang selama ini mengenal sosok Heru sebagai sosok pekerja keras dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya.
Hanyut Saat Membersihkan Area Parkir Kafe
Menurut informasi yang dihimpun dari sumber terpercaya di lapangan, Heru tengah membersihkan area parkir kafe miliknya yang terkena dampak banjir bandang ketika arus deras tiba-tiba menerjang. Saat itu, cuaca memang sedang tidak menentu akibat curah hujan tinggi yang terus-menerus mengguyur wilayah Aceh Tengah selama beberapa hari terakhir.
Kondisi sungai di sekitar lokasi, termasuk Sungai Sanehen yang berada tak jauh dari Monokrom Café, meluap dan mengakibatkan banjir bandang. Arus air yang sangat kuat dikabarkan langsung menyeret Heru hingga tubuhnya tersapu jauh dari lokasi semula.
Jasad Ditemukan di Sungai Sanehen
Setelah proses pencarian yang melibatkan tim gabungan dari Basarnas, BPBD Aceh Tengah, aparat kepolisian, serta warga sekitar, jasad Heru akhirnya ditemukan di aliran Sungai Sanehen pada Jumat (28/11/2025). Penemuan ini membawa kepastian, meskipun pahit, bagi keluarga yang sebelumnya hanya bisa berharap dan berdoa.
“Tim SAR menemukan korban sekitar pukul 14.30 WIB, sekitar 2 kilometer dari lokasi awal kejadian,” ungkap Kepala BPBD Aceh Tengah dalam keterangan resminya. Jasad Heru kemudian dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk proses identifikasi lebih lanjut sebelum diserahkan kembali kepada keluarga.
Keluarga dan Saksi Mata
Saat kejadian, istri Heru dan beberapa karyawan sedang berada di lokasi kafe. Mereka sempat berusaha menolong, namun arus banjir yang terlalu deras membuat upaya penyelamatan menjadi mustahil dilakukan secara manual. Dalam kepanikan, mereka langsung menghubungi pihak berwenang dan warga sekitar untuk membantu pencarian.
Untungnya, anak semata wayang Heru dikabarkan selamat. Anak tersebut sedang dititipkan di rumah orang tua Heru yang berada di luar zona rawan banjir, sehingga tidak terdampak langsung oleh bencana tersebut.
Sosok Heru di Mata Komunitas
Bagi warga setempat dan kalangan pengunjung Monokrom Café, Heru dikenal sebagai sosok yang hangat, ramah, dan selalu terbuka terhadap siapa pun. Kafenya tidak hanya menjadi tempat nongkrong, tetapi juga kerap menjadi ruang diskusi dan pertemuan komunitas kreatif di Aceh Tengah.
“Dia selalu menyediakan ruang bagi seniman lokal, pelajar, bahkan petani kopi untuk berdiskusi. Monokrom bukan sekadar kafe, tapi rumah kedua bagi banyak orang,” ungkap seorang pelanggan setia yang enggan disebutkan namanya.