Mengenal Lebih Dekat Suku Anak Dalam Jambi yang Dikaitkan dengan Kasus Penjualan Balita Bilqis Senilai Rp80 Juta, Benarkah Kebal Hukum?
Mengenal Lebih Dekat Suku Anak Dalam Jambi yang Dikaitkan dengan Kasus Penjualan Balita Bilqis Senilai Rp80 Juta, Benarkah Kebal Hukum?
Kasus penculikan anak yang terjadi di Kota Makassar beberapa waktu terakhir menarik perhatian luas masyarakat. Seorang balita berusia empat tahun bernama Bilqis dilaporkan menjadi korban penculikan dan kemudian diperjualbelikan hingga ke Provinsi Jambi. Berdasarkan keterangan dari pelaku yang kini telah diamankan, Bilqis disebut dijual dengan harga sekitar Rp80 juta kepada sebuah kelompok yang dikaitkan dengan Suku Anak Dalam.
Beruntung, aparat kepolisian bergerak cepat. Bilqis berhasil ditemukan dalam keadaan selamat dan telah dipulangkan kembali ke Makassar untuk menjalani pemulihan psikologis setelah mengalami pengalaman traumatis tersebut. Kasus ini kemudian memicu rasa penasaran publik mengenai siapa sebenarnya Suku Anak Dalam dan bagaimana kehidupan mereka selama ini.
Siapa Suku Anak Dalam?
Suku Anak Dalam merupakan kelompok masyarakat adat yang tinggal di wilayah pedalaman Pulau Sumatera, terutama di Provinsi Jambi dan sebagian Sumatera Selatan. Mereka juga dikenal dengan sejumlah nama lain seperti Suku Kubu, Orang Ulu, atau Orang Rimba. Penamaan ini merujuk pada gaya hidup mereka yang dekat dengan alam serta menetap di dalam wilayah hutan.
Kelompok masyarakat adat ini banyak dijumpai di kawasan Taman Nasional Bukit Dua Belas (TNBD) dan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT). Kehidupan mereka selama bertahun-tahun sangat bergantung pada sumber daya alam di hutan, baik untuk makanan, tempat tinggal, maupun kebutuhan budaya lainnya.
Asal Usul dan Sejarah
Asal usul Suku Anak Dalam memiliki beberapa versi. Salah satu kepercayaan yang berkembang di kalangan masyarakat lokal menyebutkan bahwa nenek moyang mereka berasal dari Maalau Sesat, suatu kelompok yang dahulu melarikan diri ke hutan lebat di wilayah Air Hitam. Kelompok inilah yang kemudian dikenal sebagai Moyang Segayo.
Selain itu, ada pula pendapat yang menyatakan bahwa Suku Anak Dalam merupakan bagian dari keturunan masyarakat Pagaruyung yang bermigrasi ke wilayah Jambi. Pandangan ini diperkuat oleh adanya kemiripan bahasa dan adat istiadat dengan masyarakat Minangkabau. Salah satu kemiripan yang cukup menonjol adalah sistem kekerabatan matrilineal, yaitu garis keturunan yang diturunkan dari pihak ibu.
Update Terbaru
Derek McInnes Cadangkan Claudio Braga yang Cedera Jelang Laga Kontra Celtic
Minggu / 17-05-2026, 08:03 WIB
Kecerdasan Buatan Mulai Ambil Alih Produksi Drama Pendek China
Minggu / 17-05-2026, 07:58 WIB
Sumsel United U-19 Juara Elite Pro Academy Championship 2025/2026
Minggu / 17-05-2026, 07:54 WIB
Timnas Indonesia Upayakan Luke Vickery dan Mitchell Baker Tampil Juni 2026
Minggu / 17-05-2026, 07:49 WIB
Semen Padang Turunkan Pemain Lokal Saat Hadapi Persebaya, Imran Nahumarury Fokus Jam Terbang
Minggu / 17-05-2026, 07:43 WIB
Hansi Flick Siapkan Restrukturisasi Tim Usai Robert Lewandowski Pergi
Minggu / 17-05-2026, 07:39 WIB
John Herdman Terapkan Sistem Formula 1 di Timnas Indonesia untuk Persiapan Singkat
Minggu / 17-05-2026, 07:34 WIB
Ryan Giggs Dukung Rencana Manchester United Rekrut Cole Palmer
Minggu / 17-05-2026, 07:29 WIB
Stadion Pakansari Bogor Resmi Jadi Markas Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
Minggu / 17-05-2026, 07:24 WIB
Tiga Klub Bundesliga Berebut Tiket Relegasi pada Laga Pamungkas
Minggu / 17-05-2026, 07:19 WIB
Chelsea Incar Trofi Piala FA Kesembilan, Hadapi Manchester City di Final
Minggu / 17-05-2026, 07:14 WIB
Ivar Jenner Ungkap Proses Adaptasi Bersama Dewa United
Minggu / 17-05-2026, 07:08 WIB
Awas Boros BBM, Ini Jadwal Tepat Mengganti Busi Mobil
Minggu / 17-05-2026, 07:04 WIB
Timnas Indonesia Tatap Piala Asia 2027 di Arab Saudi, Tergabung di Grup F
Minggu / 17-05-2026, 06:59 WIB






