Parahnya lagi, skuad Garuda selalu menelan kekalahan di babak keempat kualifikasi zona Asia. Kegagalan tersebut membuat peluang lolos ke Piala Dunia 2026 pun sirna.

Fokus PSSI untuk 2026 dan Seterusnya

Belajar dari pengalaman itu, Erick memastikan bahwa proses seleksi kali ini akan dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Ia menekankan pentingnya memilih pelatih yang bukan hanya berprestasi, tapi juga punya visi jangka panjang untuk membangun Timnas Indonesia.

“Indonesia itu ada FIFA Matchday November, tapi yang besar itu tahun depan — ada FIFA Matchday Maret, Juni, September, Oktober, dan November. Kita mencoba menjaring nama lebih banyak,” kata Erick.

Menurutnya, pelatih baru harus mampu membawa perubahan nyata, menjaga konsistensi performa, serta membangun fondasi kuat bagi masa depan Timnas.

PSSI Ingin Pelatih dengan Visi Jelas

Keputusan strategis ini menjadi langkah penting untuk memastikan keberlanjutan prestasi Timnas di level internasional. Erick menyebut, federasi akan menelaah setiap calon secara mendalam agar keputusan yang diambil tidak menimbulkan polemik seperti sebelumnya.

“Dari pengalaman sebelumnya, ada sepuluh nama yang kita hubungi, tapi lima di antaranya tidak bersedia. Jadi kita lebih berhati-hati sekarang,” ujarnya.

Dengan proses yang lebih selektif, PSSI berharap sosok pelatih baru nanti mampu mengembalikan performa terbaik Timnas Indonesia dan membawa Garuda kembali bersaing di tingkat Asia, bahkan dunia.

Federasi optimistis, dengan dukungan penuh dari pemerintah dan publik sepak bola Tanah Air, keputusan kali ini akan menghasilkan pelatih terbaik yang sejalan dengan ambisi besar PSSI.