Tragedi Runtuhnya Gedung Ponpes Al Khoziny: 104 Selamat, 37 Jiwa Melayang – Tim SAR Berjuang Tanpa Henti di Tengah Puing Beton
Tragedi Runtuhnya Gedung Ponpes Al Khoziny: 104 Selamat, 37 Jiwa Melayang – Tim SAR Berjuang Tanpa Henti di Tengah Puing Beton
Duka mendalam menyelimuti Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, menyusul tragedi ambruknya salah satu bangunan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny. Hingga Minggu pagi (5/10/2025), tim pencarian dan penyelamatan (SAR) gabungan berhasil mengevakuasi total 141 korban, dengan rincian 104 orang selamat dan 37 jiwa dinyatakan meninggal dunia. Angka ini terus diperbarui seiring intensifnya operasi evakuasi yang berlangsung hampir tanpa henti selama dua hari terakhir.
Evakuasi Penuh Tantangan di Tengah Reruntuhan Beton dan Baja
Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya sekaligus On Scene Coordinator (OSC) operasi evakuasi, Nanang Sigit P.H., mengungkapkan bahwa proses penyelamatan berlangsung dalam kondisi ekstrem. Struktur bangunan yang runtuh menimpa para santri dan penghuni pondok dengan material beton tebal serta rangka baja yang saling mengunci, menciptakan medan evakuasi yang sangat kompleks dan berbahaya.
“Tim SAR harus bekerja ekstra hati-hati. Setiap gerakan berisiko menggoyahkan struktur yang tersisa. Kami mengombinasikan penggunaan alat berat dengan teknik manual—seperti pemotongan rangka baja menggunakan alat khusus dan pembongkaran puing secara perlahan—untuk meminimalkan risiko tambahan bagi korban maupun petugas,” jelas Nanang saat ditemui di lokasi kejadian, Minggu (5/10).
Kronologi Evakuasi: Dari Siang Hingga Dini Hari Tanpa Istirahat
Operasi evakuasi dimulai secara intensif pada Sabtu siang (4/10). Sekitar pukul 14.35 WIB, tim SAR berhasil menemukan korban ke-28 dalam kondisi tak bernyawa. Tak lama berselang, pukul 16.15 WIB, korban ke-29 dievakuasi. Pada pukul 17.35 WIB, tim menemukan bagian tubuh (body part) yang kemudian dicatat sebagai korban ke-30.
Namun, upaya pencarian tidak berhenti di situ. Tim SAR terus bekerja hingga malam hari, fokus pada sektor A3—area yang diyakini menjadi titik terberat reruntuhan. Di bawah sorotan lampu darurat dan sorakan doa dari warga sekitar, delapan jenazah tambahan berhasil dievakuasi antara pukul 21.10 hingga 23.29 WIB. Total, sembilan korban (ke-31 hingga ke-39) berhasil dikeluarkan dari tumpukan puing dalam rentang waktu kurang dari tiga jam.
“Setiap jenazah langsung kami bawa ke RS Bhayangkara Surabaya untuk proses identifikasi oleh Tim DVI (Disaster Victim Identification) Polda Jawa Timur,” tambah Nanang.
Perjuangan di Tengah Malam: 11 Korban Ditemukan dalam Rentang Tiga Jam
Memasuki dini hari Minggu (5/10), semangat tim SAR tak surut. Pukul 00.13 WIB, evakuasi kembali dimulai. Dalam rentang waktu hanya tiga jam lebih—hingga pukul 03.24 WIB—tim berhasil menemukan 11 korban tambahan. Total korban meninggal dunia pun bertambah menjadi 37 orang.
Nanang menjelaskan bahwa pada fase ini, penggunaan alat berat sempat dihentikan sementara demi memberi ruang bagi petugas untuk masuk ke dalam reruntuhan dan melakukan pemotongan besi secara manual. “Ini adalah keputusan strategis. Keselamatan tim di lapangan menjadi prioritas utama, karena struktur bangunan masih sangat tidak stabil,” ujarnya.
Data Terkini: 104 Selamat, 37 Meninggal Dunia
Dengan penemuan terbaru tersebut, jumlah total korban dalam tragedi runtuhnya bangunan Ponpes Al Khoziny mencapai 141 orang. Dari jumlah itu, 104 orang berhasil diselamatkan—banyak di antaranya mengalami luka ringan hingga berat dan kini masih dalam perawatan medis. Sementara itu, 37 korban dinyatakan meninggal dunia, termasuk sejumlah santri dan tenaga pengajar yang berada di dalam gedung saat kejadian.
Belum diketahui pasti penyebab ambruknya bangunan tersebut. Namun, dugaan sementara mengarah pada kelemahan struktur bangunan atau kelebihan beban akibat aktivitas yang sedang berlangsung di lantai atas. Pihak kepolisian dan dinas terkait kini tengah melakukan investigasi mendalam untuk menentukan akar masalah dan mencegah kejadian serupa di masa depan.
Update Terbaru
Perubahan Kuno Ini Mungkin Jadi Kunci Munculnya Kehidupan di Bumi
Kamis / 25-06-2026, 21:43 WIB
AI Ini Tidak Hanya Lolos Uji Turing, tetapi Juga Melampaui Semua Ekspektasi
Kamis / 25-06-2026, 21:42 WIB
Apple Naikkan Harga Mac di India dan AS, Berikut Daftar Lengkapnya
Kamis / 25-06-2026, 21:42 WIB
Xiaomi Luncurkan Ketel Pintar 5L dengan Kontrol Aplikasi dan Sirkulasi Air
Kamis / 25-06-2026, 21:42 WIB
Xiaomi 17T Pro vs Vivo X300: Mana Flagship Rp14 Jutaan Terbaik?
Kamis / 25-06-2026, 21:42 WIB
OLED iPad Mini Makin Dekat, Samsung Mulai Produksi Panel Layar
Kamis / 25-06-2026, 21:42 WIB
Red Magic Pamer Performa Gaming Tablet 5 Pro dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan Layar 185Hz
Kamis / 25-06-2026, 21:42 WIB
Mendiktisaintek Ungkap Arahan Prabowo soal Percepatan Industri Strategis
Kamis / 25-06-2026, 21:40 WIB
Iran Marah ke NATO Gegara Akui Bantu AS Perangi Teheran
Kamis / 25-06-2026, 21:40 WIB
Deltarune Update 0.0.0241 Perbaiki Bug Chapter 5 dan Permudah Boss Terakhir
Kamis / 25-06-2026, 21:40 WIB
Status Triliuner Elon Musk Cuma 12 Hari Imbas Saham SpaceX Anjlok 31%
Kamis / 25-06-2026, 21:37 WIB
Nintendo Download Hadirkan Star Fox, DELTARUNE Chapter 5, dan Devil May Cry 5
Kamis / 25-06-2026, 21:36 WIB
Square Enix: Final Fantasy 15 di Nintendo Switch Masih Dipertimbangkan
Kamis / 25-06-2026, 21:36 WIB
Pria Michigan Didakwa Curi Dua Konsol Nintendo Switch 2 Saat Kunjungan Piala Dunia
Kamis / 25-06-2026, 21:36 WIB






