Siapa Pemenang Ballon D’Or 2025? Benarkah Lamine Yamal Dikalahkan Ousmane Dembélé?
Ballon d’Or Feminin: Alexia Putellas (Spanyol) — kembali menang setelah comeback dari cedera panjang.
Kiper Terbaik (Yashin Trophy): Gianluigi Donnarumma (Italia) — konsisten gemilang bersama PSG dan timnas Italia.
Pemain Muda Terbaik (Kopa Trophy): Lamine Yamal (Spanyol) — meski gagal di kategori utama, ia tetap diakui sebagai talenta terbaik di bawah 21 tahun.
Tim Terbaik Dunia (Squad of the Year): Dominasi pemain Prancis dan Spanyol, dengan 7 dari 11 pemain berasal dari kedua negara tersebut.
Fakta menarik: tidak ada pemain dari Liga Inggris yang masuk tiga besar Ballon d’Or utama — pertama kalinya dalam 12 tahun terakhir. Ini menandakan pergeseran pengaruh liga dan gaya permainan yang lebih dihargai oleh juri: kreativitas, kontribusi tim, dan konsistensi jangka panjang.
Pro dan Kontra: Apakah Dembélé Memang yang Terbaik?
Seperti biasa, keputusan juri Ballon d’Or selalu menuai pro dan kontra. Di Twitter, tagar #YamalDeservedIt sempat trending selama berjam-jam. Banyak fans Barcelona dan Spanyol merasa Yamal lebih layak karena performa fenomenalnya di usia yang masih sangat muda (17 tahun!).
Namun, di sisi lain, para analis sepak bola justru memuji keputusan juri. “Dembélé menunjukkan bahwa sepak bola bukan hanya tentang bakat, tapi juga ketahanan mental dan kemampuan bangkit,” tulis Sports Illustrated. “Ia adalah simbol bahwa perjalanan panjang dan berliku justru bisa menghasilkan mahakarya.”
Media Prancis seperti L’Equipe bahkan menyebut kemenangan ini sebagai “kemenangan atas narasi instan”. Di era di mana pemain muda langsung dianggap ‘GOAT’ setelah satu musim bagus, Dembélé membuktikan bahwa proses, kerja keras, dan ketekunan tetap menjadi kunci utama.
Apa Arti Kemenangan Ini bagi Masa Depan Dembélé?
Sejarah mencatat: beberapa pemenang Ballon d’Or justru mengalami penurunan performa setelah meraih gelar ini — terbebani oleh ekspektasi dan tekanan. Tapi, beberapa lainnya justru semakin bersinar, seperti Messi dan Ronaldo yang menjadikannya sebagai batu loncatan menuju legenda abadi.
Dengan karakter Dembélé yang rendah hati, pekerja keras, dan haus akan tantangan, banyak yang optimis ia akan masuk ke kategori kedua.
“Saya tidak takut dengan tekanan,” katanya tegas. “Justru tekanan membuat saya lebih fokus. Saya ingin terus menang, terus berkembang, dan terus membuat orang-orang yang percaya padaku bangga.”
Update Terbaru
Profil Nicky Kay, Vokalis OKAAY yang Memilih Mundur dari Grup Duo
Kamis / 25-06-2026, 14:48 WIB
Kalender Jawa Bulan Juli 2026 Lengkap dengan Weton, Pasaran, dan Neptu
Kamis / 25-06-2026, 14:45 WIB
Cek PKH Lansia dan Disabilitas: Cara Mudah Mengetahui Status Penerima Bantuan
Kamis / 25-06-2026, 14:45 WIB
Guru Belum S-1 Bisa Kuliah Gratis, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
Kamis / 25-06-2026, 14:42 WIB
Kapal PIS Gamsunoro Berhasil Lintasi Selat Hormuz Setelah Tertahan Sejak Maret
Kamis / 25-06-2026, 14:42 WIB
Trump Kecewa Sekutu NATO Tak Bantu AS Lawan Iran
Kamis / 25-06-2026, 14:42 WIB
Tiga Peserta Program Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal Saat Latihan Militer
Kamis / 25-06-2026, 14:42 WIB
Panduan Menggunakan Aplikasi Island untuk Gandakan Saldo DANA di 2026
Kamis / 25-06-2026, 14:41 WIB
Cara Verifikasi Lapangan Terbaru 2026: 5 Pertanyaan Penting bagi Penerima Bansos
Kamis / 25-06-2026, 14:41 WIB
Gempa Dahsyat Venezuela Tewaskan 32 Orang, 700 Luka-luka
Kamis / 25-06-2026, 14:35 WIB
PLN Ungkap Penyebab Mati Lampu di Banjarmasin, Ini Daftar Wilayahnya
Kamis / 25-06-2026, 14:35 WIB
Afrika Selatan Bungkam Korea Selatan dan Ukir Sejarah ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Kamis / 25-06-2026, 14:30 WIB
6 Penyebab Sembelit Selain Kurang Serat, dari Kurang Olahraga hingga Kecemasan
Kamis / 25-06-2026, 14:30 WIB
Ini Penyebab Venezuela Diguncang Gempa Magnitudo 7 Dua Kali Sekaligus
Kamis / 25-06-2026, 14:30 WIB






