Arum Dewi Rantika Anaknya Siapa? Inilah Sosok Remaja yang Ditemukan Tewas di Lampung Timur Diduga Dibunuh Kekasihnya Sendiri, Bukan Orang Biasa?
Namun, bagi masyarakat Lampung Tengah dan sekitarnya, kasus ini bukan sekadar berita kriminal biasa. Ini adalah cerminan betapa rapuhnya hubungan manusia ketika emosi mengalahkan akal sehat, dan betapa pentingnya edukasi tentang kekerasan dalam hubungan asmara (KDRT) serta pentingnya perlindungan hukum bagi korban.
Refleksi Sosial: Ketika Cinta Menjadi Senjata Mematikan
Kasus Arum Dewi bukan yang pertama, dan sayangnya, mungkin juga bukan yang terakhir. Di seluruh Indonesia, kasus kekerasan dalam hubungan intim—baik fisik, psikis, maupun seksual—masih terjadi dengan angka yang mengkhawatirkan. Banyak korban yang terlambat menyadari bahaya, karena pelaku adalah orang terdekat: pacar, suami, atau bahkan tunangan.
Pakar psikologi sosial dari Universitas Lampung, Dr. Maya Sari, M.Psi., menyebutkan, “Kekerasan dalam hubungan sering kali dimulai dari hal-hal kecil: cemburu berlebihan, kontrol berlebihan, hingga kekerasan verbal. Jika tidak dihentikan sejak dini, bisa berujung pada kekerasan fisik bahkan pembunuhan.”
Ia menyarankan agar masyarakat, terutama kaum muda, lebih peka terhadap tanda-tanda hubungan yang tidak sehat. “Jangan biarkan cinta menjadi alasan untuk bertahan dalam hubungan yang toxic. Keselamatan diri adalah prioritas utama.”
Apa yang Bisa Kita Lakukan?
Edukasi Sejak Dini – Sekolah dan keluarga harus mulai mengajarkan tentang hubungan sehat, batasan pribadi, dan cara mengenali tanda-tanda kekerasan.
Laporkan Jika Melihat atau Mengalami KDRT – Jangan diam. Segera hubungi pihak berwajib atau lembaga perlindungan perempuan seperti Komnas Perempuan atau LBH.
Dukung Korban, Jangan Menyalahkan – Korban sering kali disalahkan karena “kenapa tidak pergi saja?”. Padahal, keluar dari hubungan toxic jauh lebih sulit daripada yang dibayangkan.
Tuntut Keadilan – Seperti yang dilakukan keluarga Arum, masyarakat harus terus mendorong aparat hukum untuk memberikan hukuman setimpal bagi pelaku kekerasan.
Update Terbaru
Link Anak vs Ibu Handuk Putih Viral di TikTok Bikin Penasaran, Ini Fakta di Balik Video yang Beredar
Kamis / 25-06-2026, 18:49 WIB
Harga Asli Pertamax Dibuka ke Publik, DPR: Harusnya Rp 19.000-Rp 20.000!
Kamis / 25-06-2026, 18:49 WIB
Profil Ginka Febriyanti Ginting yang Masuk Jajaran Komisaris Pertamina Retail: Umur, Agama, IG dan Riwayat Organisasinya
Kamis / 25-06-2026, 18:45 WIB
Kantongi Pendanaan US$11,3 Juta, Floq Perluas Bisnis ke Stablecoin hingga Tokenisasi
Kamis / 25-06-2026, 18:45 WIB
DPR Apresiasi Stimulus Rp26,34 Triliun untuk Jaga Daya Beli Masyarakat
Kamis / 25-06-2026, 18:45 WIB
Brantas Abipraya Kebut PSN Bendungan Bulango Ulu, Progres Tembus 94,99%
Kamis / 25-06-2026, 18:45 WIB
Lexus Hentikan EV Sedan LF-ZC, Setujui Penerusnya di Hari yang Sama
Kamis / 25-06-2026, 18:40 WIB
Trump Cekcok dengan Anggota Partai Sendiri saat Rapat di Kongres AS
Kamis / 25-06-2026, 18:40 WIB
Kaesang Dampingi Jokowi Blusukan ke Lampung Selama Tiga Hari
Kamis / 25-06-2026, 18:36 WIB
Bahlil Pastikan Impor Minyak Rusia Berproses, Dilakukan Lemigas
Kamis / 25-06-2026, 18:35 WIB
Sinopsis Ghostbusters: Afterlife, Tayang di Bioskop Trans TV 25 Juni 2026
Kamis / 25-06-2026, 18:35 WIB
363 Laga Tersaji di Hari Pertama Kejuaraan Pencak Silat Piala Presiden
Kamis / 25-06-2026, 18:35 WIB
Best Buy Jadi Satu-satunya Retailer Nasional AS untuk TV Micro RGB Samsung
Kamis / 25-06-2026, 18:35 WIB






