Sayangnya, gabungan tenaga mereka belum cukup untuk menjatuhkan Shinaya. Serangan balik Shinaya konsisten, presisi, dan nyaris tanpa jeda—pertanda bahwa kendali jarak jauh masih berjalan efektif.

Di tengah kebuntuan, Kaji—yang selama ini cenderung menahan diri—mulai curiga terhadap gerak-gerik Shinaya yang “tidak manusiawi”.

Ia membaca pola: refleks Shinaya terlalu seragam, seperti diprogram. Kecurigaan itu mengantar Kaji pada hipotesis berisiko: ada pihak yang mengendalikan Shinaya dari jarak jauh, sementara tubuh aslinya mungkin “tidur” atau berada pada kondisi non-responsif.

Rasa malu karena terus menghindari konfrontasi berubah menjadi tekad; Kaji memutuskan ikut bertarung dan mengatur strategi bersama Shin dkk. Taruhannya jelas—mereka harus menemukan celah pada sistem kendali itu sambil tetap bertahan hidup di medan ujian.

Adaptasi Manga: Mengarah ke Bab 68

Secara materi, episode 10 diprediksi mulai menyerap konten manga sekitar bab 68.

Itu berarti fokus besar ada pada eskalasi pertarungan Shin melawan Shinaya yang dikendalikan Gaku, sekaligus menyiapkan landasan untuk pergerakan karakter pendukung seperti Mafuyu, Toramaru, dan Kaji.

Bagi pembaca manga, ini adalah fase yang menonjolkan strategi dan kerja tim, bukan sekadar adu pukul.

Bagi penonton anime-only, bersiaplah melihat kombinasi adegan cepat, humor singkat yang memecah ketegangan, dan beberapa momen karakter yang mempertebal relasi antartokoh.

Mengapa Episode Ini Layak Dinanti?

Ada beberapa alasan episode 10 patut diantisipasi. Pertama, ini adalah titik balik bagi Shin yang “kehilangan” keunggulan sementara—ia dipaksa mengandalkan kepala dingin dan kerja sama, bukan hanya kemampuan spesialnya. Kedua, Toramaru dan Mafuyu mendapat panggung penting.

Mereka bukan pelengkap semata, tetapi penyokong ritme pertempuran yang membuat Shin tidak tersudut sendirian. Ketiga, Kaji.