Siapa Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Cibitung? yang Diduga Lakukan Praktik Tindak Pidana Pungli, Benarkah Untuk Timbun Tanah dan Bangun Pagar?
Meskipun dirinya tidak ikut membayar iuran tersebut, pelajar tersebut menyatakan dengan tegas bahwa ia tetap akan mengikuti ujian dan masuk sekolah. “Dikarenakan besok saya ulangan, walau tidak membayar saya akan tetap masuk,” tulisnya menanggapi tuduhan bahwa dirinya akan dilarang bersekolah jika tidak ikut membayar.
Ronald Sinaga Apresiasi Keberanian Pelajar yang Berani Melapor
Akun Instagram Ronald Sinaga yang membagikan pengakuan pelajar tersebut mengungkapkan apresiasinya terhadap keberanian sang siswa. Dalam unggahannya, Ronald mengungkapkan bahwa tindakan pelajar yang berani melaporkan dugaan tindak pidana pungli patut dicontoh, terutama di kalangan generasi muda yang diharapkan menjadi pemimpin masa depan.
“Pemimpin masa depan lahir dari jiwa-jiwa yang berani menyuarakan ketidakadilan,” tulis Ronald Sinaga dalam postingannya, memberikan dukungan penuh terhadap tindakan berani pelajar tersebut.
Pungli di Dunia Pendidikan: Isu yang Belum Selesai
Dugaan pungli ini bukanlah kasus pertama yang terjadi di dunia pendidikan Indonesia. Praktik pungutan liar di sekolah masih sering terjadi, baik di tingkat SD, SMP, maupun SMA. Biasanya, pungli dilakukan dengan dalih dana pembangunan, sumbangan kegiatan, atau berbagai alasan lainnya yang tidak selalu jelas penggunaannya. Kejadian seperti ini tentu menambah daftar panjang masalah yang harus dihadapi oleh sistem pendidikan di Indonesia, dan menimbulkan pertanyaan besar mengenai transparansi serta akuntabilitas pengelolaan dana di sekolah-sekolah.
Respons dari Pihak Sekolah dan Pemerintah
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak SMA Negeri 2 Cibitung terkait dugaan pungli yang dilaporkan oleh pelajar tersebut. Terkait hal ini, pihak berwenang, baik dari dinas pendidikan setempat maupun instansi terkait, diharapkan segera melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan kebenaran laporan tersebut dan memberikan tindakan yang tegas terhadap oknum yang terlibat.
Kejadian ini juga menjadi peringatan bagi orang tua murid dan masyarakat untuk lebih aktif mengawasi kegiatan di sekolah, terutama terkait dengan iuran dan sumbangan yang sering kali membebani orang tua tanpa kejelasan penggunaan. Jika terbukti ada pungutan liar, pihak yang terlibat seharusnya diberikan sanksi yang sesuai untuk menegakkan keadilan bagi semua pihak.
Update Terbaru
Sutiono Lamso Kenang Sejarah Persib Jelang Laga Kontra Persijap
Sabtu / 23-05-2026, 17:09 WIB
Bobotoh Bentangkan Koreografi Raksasa Jelang Laga Penentu Juara Persib
Sabtu / 23-05-2026, 17:09 WIB
Bhayangkara FC Incar Kemenangan Lawan PSBS Biak di Laga Pamungkas
Sabtu / 23-05-2026, 17:08 WIB
Lima Klub ISL Ancam Tinjau Ulang Partisipasi Akibat Ketidakpastian
Sabtu / 23-05-2026, 17:08 WIB
Pembalap Astra Honda Bagikan Pengalaman Balap kepada Pelajar Tasikmalaya
Sabtu / 23-05-2026, 17:08 WIB
Hanya 30 Orang yang Bisa Mengendarai AMG CLE 63 Mythos 646 HP Ini
Sabtu / 23-05-2026, 17:03 WIB
58 Kode Redeem FF Terbaru 23 Mei 2026: Klaim Skin Eclipse dan Diamond Gratis
Sabtu / 23-05-2026, 16:58 WIB
Kuil Buddha di Busan Buka Pintu untuk ARMY Saat Konser BTS
Sabtu / 23-05-2026, 16:58 WIB
BlackBerry Ltd Fokus ke Keamanan Siber Setelah Setop OS Ponsel
Sabtu / 23-05-2026, 16:53 WIB
Fabio Di Giannantonio Kagumi Kemampuan Analisis Lintasan Valentino Rossi
Sabtu / 23-05-2026, 16:48 WIB
Hidden Game Berevolusi: dari Top Up Game Jadi Sistem Transaksi Harian
Sabtu / 23-05-2026, 16:48 WIB
Polda Jabar Sita 310 Barang Berbahaya Jelang Laga Persib vs Persijap
Sabtu / 23-05-2026, 16:45 WIB
Vidio Siarkan Langsung Turnamen Tinju Mahasiswa UBL Nasional Season 1
Sabtu / 23-05-2026, 16:44 WIB
Madura United Wajib Menang Lawan PSM Makassar demi Hindari Degradasi
Sabtu / 23-05-2026, 16:43 WIB






