Staf rumah sakit menemukan pembengkakan parah pada lidahnya saat ia sarapan keesokan paginya.

Meski mendapat perawatan darurat termasuk epinefrin, ia meninggal sekitar 40 menit kemudian.

Keluarga Paktiawal membantah temuan bahwa metamfetamin berkontribusi pada kematiannya.

Pengacaranya mengatakan otopsi independen tidak dapat mengonfirmasi atau menolak kesimpulan itu karena tidak ada sampel darah yang tersedia untuk pengujian toksikologi lebih lanjut.

Istrinya juga mengatakan ia mencoba memberikan inhaler asma suaminya kepada petugas imigrasi saat penangkapan, tetapi mereka menolak menerimanya.

>>> Topan Noul Terjang China Selatan, 340 Ribu Warga Mengungsi

Kematian Paktiawal kembali menyoroti pengawasan medis di fasilitas penahanan imigrasi AS, terutama bagi warga Afghanistan yang dievakuasi setelah runtuhnya pemerintah yang didukung Barat pada 2021.