Jejak Karier Gemilang dan Dedikasi Panjang Troy Pantouw

Di balik duka yang mendalam, penting untuk mengenang kembali jejak karier dan dedikasi panjang Troy Harold Yohanes Pantouw. Lahir pada 8 Mei 1968, Troy adalah sosok yang menempa diri melalui pendidikan dan pengalaman yang luar biasa.
 
Ia menamatkan pendidikan menengahnya di SMA Santa Maria Surabaya, sebelum melanjutkan studi sarjananya di Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya pada periode 1987-1993. Kecemerlangan akademisnya membawanya meraih prestisiusnya beasiswa Chevening untuk menempuh program Master of Media and Communication di Birmingham City University, Inggris, pada tahun 2000-2001. Ia juga terus mengasah kemampuannya dengan mengikuti pendidikan eksekutif di Henley Business School pada tahun 2014.
 
Di bidang kehumasan, kompetensi Troy tidak perlu diragukan lagi. Ia dianugerahi gelar bergengsi Fellow Accredited Public Relations Practitioner (FAPR) dari ASEAN Public Relations Network (APRN) pada tahun 2019. Selain itu, ia juga aktif berkontribusi dalam organisasi profesi, pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas) untuk periode 2011-2014.
 

Dari Dunia Media hingga Garda Terdepan Komunikasi Krisis

Karier profesional Troy dimulai di dunia media. Ia pernah bekerja sebagai penyiar radio sekaligus reporter di Radio Surabaya pada periode 1988-1992. Bakatnya yang menonjol kemudian membawanya bergabung dengan SCTV (1990-1998), di mana ia mengemban berbagai posisi strategis, mulai dari reporter lapangan, presenter berita, hingga executive producer.
 
Setelah memutuskan untuk meninggalkan dunia jurnalistik praktis, Troy meniti karier yang cemerlang di bidang komunikasi korporasi dan hubungan masyarakat di sejumlah perusahaan nasional maupun multinasional. Puncak dedikasinya terlihat saat ia dipercaya menjadi Kepala Komunikasi Publik Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Indonesia pada periode 2020-2022. Di masa krisis tersebut, kemampuan komunikasinya menjadi jembatan vital antara pemerintah dan masyarakat.
 
Selanjutnya, ia melanjutkan pengabdiannya sebagai Chief of Advocacy, Campaign, Communication and Media di Save the Children Indonesia pada tahun 2022-2023, menunjukkan kepeduliannya yang tinggi terhadap isu-isu kemanusiaan.