Ada salju di musim panas," tambahnya.

Ketika gunung berapi melontarkan sulfur tinggi ke atmosfer, partikel-partikel tersebut membentuk tabir yang memantulkan sinar matahari kembali ke angkasa.

Pada tahun 536, tabir itu mendinginkan musim panas sekitar 1,5 hingga 2,5 derajat Celcius.

Kondisi ini berlangsung selama bertahun-tahun, menciptakan periode terdingin di Eropa dalam hampir 2.000 tahun.

Bagaimana Ilmuwan Merekonstruksi Tahun Kelam Itu

Lingkaran pohon menunjukkan seberapa besar pertumbuhan pohon pada tahun tertentu.

Tahun yang hangat dan basah biasanya menghasilkan lingkaran yang lebih lebar; tahun yang dingin dan penuh tekanan menghasilkan lingkaran yang sempit.

Dendroklimatolog Ulf Büntgen dan peneliti lain menemukan tanda-tanda gangguan vulkanik pada tahun 536, 540, dan 547.

"Lebih banyak pertumbuhan [pohon] biasanya berarti cuaca yang lebih basah dan lebih hangat," kata Dr. Pattenden.

>>> CCTV Rusak, Polisi Kesulitan Cari Rekaman Dugaan Penganiayaan Ketua DPRD Bone

"Dan sebaliknya, Anda dapat melihat tanda bencana iklim atau letusan gunung berapi, karena tiba-tiba pertumbuhan lingkaran pohon tahun itu menjadi jauh, jauh lebih sedikit."

Inti es memperkuat bukti letusan gunung berapi besar.

Di Greenland, Antartika, dan Pegunungan Alpen Swiss, para ilmuwan menemukan endapan sulfat dan jejak vulkanik dari pertengahan abad keenam.

Dalam inti es gletser Swiss, tim yang dipimpin McCormick dan Paul Mayewski menggunakan teknik resolusi ultra-tinggi untuk memeriksa irisan es kecil yang menyimpan dampak badai, gunung berapi, debu Sahara, dan aktivitas manusia.

Mempelajari es dari musim semi tahun 536, para peneliti menemukan pecahan kaca vulkanik mikroskopis. Kimianya mirip dengan material yang terkait dengan batuan vulkanik Islandia.

Beberapa ilmuwan masih berpendapat bahwa lebih banyak bukti diperlukan untuk menentukan sumber pastinya, tetapi kesimpulan umumnya jelas: atmosfer Bumi telah dipenuhi dengan puing-puing vulkanik.