Sikap Jumawa yang Memancing Amarah Netizen: "Tidak Getar Diadu Ekonomi"

Alih-alih menunjukkan sikap empati atau menarik unggahan tersebut saat mulai mendapat teguran, Dea Arranoya justru merespons dengan nada yang cenderung jumawa dan menantang. Sikap ini semakin menyiram bensin ke dalam api kecaman yang sudah membesar.
 
Dalam akun Instagram pribadinya, @ddeyya.aa, Dea terlihat membalas kritik warganet dengan kalimat provokatif: "Sok mantep banget lu. Emang manten, mau diadu dari segi ekonomi, pendidikan, keluarga, pasangan juga ga getar #izinnnnn."
 
Respons defensif dan arogan ini langsung menjadi viral dan memicu gelombang bullying balik serta kecaman keras dari netizen. Banyak pihak menilai bahwa sebagai anak dari seorang pejabat publik, sikap semacam ini sangat tidak mencerminkan nilai-nilai kerendahan hati dan kepekaan sosial yang seharusnya dijaga. Fenomena flexing di kalangan keluarga pejabat memang kerap menjadi titik didih kepercayaan publik terhadap integritas aparat pemerintah.
 

Permohonan Maaf Sang Ayah: Pelajaran Pahit bagi Keluarga Pejabat Publik

Menyadari besarnya dampak negatif yang ditimbulkan, Nevi Rizal akhirnya mengambil langkah untuk meredam polemik. Melalui pernyataan resmi, ia menyampaikan permohonan maaf yang tulus, baik sebagai seorang ayah maupun sebagai abdi negara.
 
"Atas nama seorang ayah dan pejabat publik, saya meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia, terkhusus warga Gayo Lues," ujar Nevi Rizal dengan nada penyesalan yang mendalam.
 
Nevi mengakui bahwa peristiwa ini menjadi tamparan keras dan pembelajaran berharga bagi keluarganya. Ia menyadari bahwa posisi strategis yang ia emban membawa konsekuensi moral, di mana setiap tindakan anggota keluarganya, termasuk di ranah digital, akan selalu dikaitkan dengan institusi pemerintah dan dinilai oleh publik.