Jagat media sosial Indonesia kembali diguncang oleh polemik yang melibatkan keluarga pejabat publik. Kali ini, sorotan tajam tertuju pada Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Gayo Lues, Aceh, Nevi Rizal. Permohonan maaf secara terbuka terpaksa ia sampaikan kepada masyarakat luas menyusul aksi flexing atau pamer kekayaan yang dilakukan oleh putrinya, Dea Arranoya.
 
Insiden ini tidak hanya memicu gelombang kecaman karena gaya hidup mewah yang dipamerkan, tetapi juga karena insensitivitas waktu. Konten tersebut viral tepat di saat masyarakat Gayo Lues masih berjuang keras bangkit dan memulihkan diri dari dampak bencana alam banjir bandang yang sempat melanda wilayah mereka. Ironi ini yang akhirnya memicu badai kritik dari berbagai lapisan masyarakat.
 

Kronologi Viral: Pamer Kemewahan dan 15 Jerigen BBM di Saat Warga Berduka

Berawal dari unggahan di akun Instagram, Dea Arranoya dengan santai memperlihatkan fasilitas dan kemewahan yang ia nikmati sehari-hari. Namun, yang paling menyita perhatian dan memicu kemarahan publik adalah saat ia memamerkan belasan wadah bahan bakar minyak (BBM) yang disimpan di kediamannya.
 
Dalam salah satu tangkapan layar yang diunggah oleh akun @cabinetcouture pada Kamis, 23 Juli 2026, Dea menuliskan kalimat yang terdengar sangat tidak peka: "Papaku beli minyak 15 jirigen. Ntah mobil mana lagi yang mau dipenuhkannya."
 
Unggahan tersebut sontak menjadi bumerang. Di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang sedang tertekan akibat bencana, aksi pamer stok BBM dalam jumlah besar dianggap sebagai bentuk ketidakpedulian yang mendalam. Publik menilai, tindakan ini bukan sekadar gaya hidup, melainkan sebuah pengabaian terhadap realitas sosial yang sedang dihadapi oleh konstituen dari sang ayah.
 

Update Terbaru