Menjelang Pemilihan Presiden 2029, pengamat politik Adi Prayitno menilai ada tiga kekuatan besar di luar Presiden Prabowo Subianto yang patut diperhitungkan.

Ketiga poros tersebut masing-masing dipimpin oleh mantan presiden yang masih memiliki jaringan politik kuat.

>>> Kurangi Impor Bensin, Pemerintah Mulai Siapkan Mandatori Etanol E10 Menuju E20

Tiga Poros Kekuatan Bayangan

Poros pertama adalah Solo yang dipimpin Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) dengan dukungan PSI dan relawan.

Poros kedua adalah Cikeas dengan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama Partai Demokrat.

Poros ketiga yaitu Teuku Umar dengan Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri bersama PDIP.

Menurut Adi, ketiga poros ini memiliki peluang besar untuk dipertimbangkan Prabowo sebagai calon wakil presiden.

"Kenapa tiga poros ini yang relatif dianggap punya kesempatan dan potensial?

Ya karena mereka ini, beliau-beliau ini dulunya adalah mantan Presiden Republik Indonesia yang dinilai punya penetrasi dan kekuatan politik yang bisa memajukan calon-calon sendiri di setiap pertarungan-pertarungan politik," ujar Adi dalam kanal YouTube Adi Prayitno Official, dikutip Selasa (21/7).

Skenario Jika Tak Berjodoh dengan Prabowo

Adi juga menyoroti skenario jika Prabowo tidak kembali mengusung Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres.

"Misalnya Gibran tidak dipilih oleh Prabowo sebagai calon wakil presidennya untuk maju di 2029 untuk kedua kalinya. Orang bertanya apa yang kemudian akan dilakukan oleh Jokowi?

Apakah akan membentuk poros politik sendiri, memajukan Gibran untuk berhadapan dengan Pak Prabowo? Itu kan orang yang bertanya-tanya," ujar Adi.

>>> Isuzu Produksi 300.000 Unit Kendaraan di Karawang dalam Satu Dekade

Hal serupa berlaku bagi Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).