Dunia hukum Tanah Air kembali diguncang oleh kabar duka yang menyayat hati. Rocky Martin Napitupulu, seorang advokat muda yang juga dikenal sebagai keponakan dari pengacara kondang Hotman Paris Hutapea, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi yang mengenaskan. Insiden tragis ini terjadi usai Rocky terjatuh dari lantai 46 Apartemen Masterpiece, yang berlokasi di kawasan elit Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, pada Sabtu, 18 Juli 2026.
 
Kabar meninggalnya Rocky bukan hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, tetapi juga memicu gelombang tanya di kalangan publik dan komunitas hukum. Bagaimana tidak? Sosok yang sempat meniti karier dengan penuh janji ini, justru berakhir dalam pusaran konflik hukum yang melibatkan keluarganya sendiri. Sebelum kabar duka ini mencuat, nama Rocky sempat menjadi sorotan tajam media nasional setelah dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh sang paman, Hotman Paris, terkait dugaan tindak pidana penggelapan.
 
Lantas, siapa sebenarnya Rocky Martin Napitupulu? Bagaimana jejak langkah karier dan lika-liku kehidupan yang membawanya pada titik akhir yang begitu dramatis?
 

Jejak Pendidikan dan Awal Karier yang Penuh Harapan

Rocky Martin Napitupulu bukanlah nama yang muncul begitu saja tanpa latar belakang pendidikan yang mumpuni. Ia merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta. Dedikasinya terhadap dunia hukum terbukti dengan keberhasilannya menyelesaikan pendidikan sarjana dan meraih gelar Sarjana Hukum (S.H.) pada tahun 2020.
 
Bibit-bibit ketertarikannya pada dunia advokasi sebenarnya telah tumbuh sejak masa kuliah. Pada tahun 2018, Rocky sempat menjalani program magang di Hotman Paris & Partners Law Firm selama kurang lebih tujuh bulan. Pengalaman magang di bawah bimbingan langsung sang paman ini menjadi batu loncatan dan awal perjalanan kariernya di dunia hukum yang penuh dinamika. Saat itu, ia tampak memiliki masa depan yang cerah di bawah naungan firma hukum ternama tersebut.