Reaksi Netizen: Antara Kekecewaan dan Tuduhan Pencitraan

Meskipun Icha, Mala, dan DJ Zhuu telah merilis video permintaan maaf hingga dua kali, upaya tersebut tampaknya belum mampu meredam amarah publik. Kolom komentar di berbagai unggahan terkait justru dibanjiri oleh kritik pedas dari warganet yang menilai permintaan maaf tersebut terkesan tidak tulus dan penuh dengan pencitraan.
 
Salah satu sorotan utama netizen adalah perubahan penampilan mendadak dalam video permintaan maaf, khususnya penggunaan hijab yang dianggap sebagai strategi untuk mencari simpati. Akun Instagram @evabelisima_ misalnya, menuliskan komentarnya dengan nada kecewa, "Aku malu kok tiba-tiba pakai hijab. Plis jangan terlalu pencitraan karena bikin ilfeel."
 
Sentimen serupa juga disampaikan oleh @wikasalim yang menyatakan rasa emosinya semakin memuncak. "Makin emosi lihatnya, sekarang tiba-tiba pakai hijab jadi kayak main-main semaunya aja. Kalau memang mau minta maaf niat sama tulus nggak usah begini juga. Baru kali ini deh bener-bener geram banget," ungkapnya, mencerminkan kelelahan publik terhadap drama yang berlarut-larut tanpa penyelesaian yang substansial.
 

Suara Industri: Penolakan Keras dari Komunitas DJ

Kontroversi ini juga menarik perhatian para profesional di industri musik, khususnya komunitas Disk Jockey (DJ). Salah satu DJ senior, Martha Barbielius, turut memberikan tanggapan tajam yang mewakili rasa malu dan kekecewaan kalangan profesional terhadap tindakan ketiganya.
 
Dengan pengalaman 16 tahun di dunia DJ, @dj_martha_barbielius menyatakan bahwa ia merasa merinding mendengar lirik porno tersebut diubah dari lagu asli. "Sebagai warga Indonesia nggak mau maafin, udah keterlaluan pakai lagu orang diubah liriknya, dengan lirik porno. Ngedengernya aja gue sebagai DJ pakaian seksi juga merinding. Saya di dunia DJ sudah 16 tahun, nggak pernah sampai attitude saya seperti itu," tulisnya dengan tegas.
 
Pernyataan ini semakin memperkuat narasi bahwa aksi Icha, Mala, dan DJ Zhuu bukan sekadar "candaan" yang kebablasan, melainkan pelanggaran etika profesi yang serius dan dapat merusak citra industri hiburan secara keseluruhan.