"Ketika Rodri naik untuk menerima penghargaan pemain terbaik turnamen, para suporter menyanyikan nama Messi dan Argentina. Mereka tidak bisa menerima bahwa Argentina dikalahkan di final Piala Dunia," katanya.

Pertandingan final sendiri berlangsung penuh tensi. Argentina harus bermain dalam tekanan setelah Spanyol mendominasi penguasaan bola sepanjang laga.

Emiliano Martinez menjadi salah satu alasan Argentina mampu bertahan hingga waktu normal berakhir tanpa gol.

Namun, pertahanan La Albiceleste akhirnya runtuh ketika Ferran Torres mencetak gol kemenangan pada babak tambahan.

Drama semakin panas setelah pertandingan selesai.

Kericuhan terjadi antara pemain kedua tim setelah beberapa insiden, termasuk kartu merah Enzo Fernandez dan aksi Leandro Paredes yang terlibat kontak fisik dengan pemain Spanyol.

Kegagalan mempertahankan gelar dunia membuat Argentina kehilangan kesempatan menjadi negara pertama dalam 64 tahun yang mampu menjuarai Piala Dunia secara beruntun.

>>> CCTV Rekam Detik-detik Polisi Bersenjata Rampok Toko Emas di Aceh

Namun, selain hasil akhir, perilaku setelah laga kini ikut menjadi bagian dari cerita pahit perjalanan Messi Cs di turnamen tersebut.