Hampir sepertiga pasien depresi tidak merespons obat antidepresan. Sebuah tim peneliti Prancis kini menawarkan pendekatan baru yang non-invasif dan tanpa rasa sakit.

Tim psikiater dari GHU Paris bekerja sama dengan Inserm, CNRS, ESPCI Paris-PSL, dan Université Paris Cité berhasil mengembangkan alat ultrasonik khusus.

>>> Harta Karun Kerajaan yang Hilang dari Perang Dunia II Ditemukan di Bawah Katedral Vilnius

Alat ini mampu menembus tengkorak dan menarget area otak dalam yang terkait dengan depresi berat dan resisten.

Dua Dekade Riset Menghasilkan Terobosan

Setelah 25 tahun penelitian, para ilmuwan meninggalkan elektroda yang ditanam melalui operasi.

Mereka beralih ke sistem stimulasi ultrasonik yang dirancang khusus untuk melewati tengkorak tanpa rasa sakit, sayatan, atau anestesi.

Untuk mencapai presisi tinggi, peneliti merancang lensa akustik khusus untuk setiap pasien. Lensa ini disesuaikan dengan bentuk tengkorak individu agar gelombang ultrasonik tepat mengenai area otak yang dituju.

>>> 13 Profesi Paling Rawan Selingkuh Menurut Survei, Sales Juaranya

Hasil awal menunjukkan penurunan rata-rata lebih dari 60% dalam keparahan gejala setelah hanya lima hari perawatan. Pasien melaporkan tidak ada rasa sakit selama prosedur.

Langkah Selanjutnya

Studi yang dipublikasikan di jurnal Brain Stimulation ini melibatkan lima pasien tanpa kelompok plasebo. Meski masih awal, penelitian ini membuka jalan menuju terapi cepat, non-invasif, dan dapat disesuaikan.

Teknologi ini berpotensi digunakan di rumah sakit maupun pusat khusus karena desainnya portabel. Selain depresi berat, metode ini juga dapat diterapkan pada gangguan kecemasan, OCD, atau kecanduan.

>>> Anak Pintar Turunan Ayah atau Ibu? Ini Kata Ahli

Uji coba skala lebih besar masih diperlukan, tetapi harapan baru kini muncul bagi mereka yang kehabisan pilihan pengobatan.