Ia merasakan transformasi emosional selama 15 tahun terakhir. "Saya ingin merawat orang kecil di dalam sini dan melihat apa yang bisa mereka lakukan," kenang Sweetin.

Sebelum Fuller House tayang pada 2016, Sweetin sempat berhenti akting dan bekerja di klinik rehabilitasi.

"Orang seperti saya menggunakan narkoba dan alkohol untuk tidak terikat dengan diri sendiri," katanya.

Ketertarikannya pada psikologi dan perilaku manusia mendorongnya bekerja di bidang perawatan kecanduan. "Saya selalu ingin menjadi terapis, membantu orang membantu diri mereka sendiri," ujarnya.

>>> Ribuan Suporter PSIS Semarang Hadiri Langsung Laga Klasik Versus Persebaya di GBT

Meskipun bekerja di bidang perawatan, Sweetin akhirnya kembali ke peran televisi dan film Hallmark. "Akting adalah cinta pertama saya, saya akan selalu lebih suka melakukannya," pungkasnya.