"Jika mereka tidak bisa ke luar negeri, perawat jarak jauh adalah pilihan terbaik karena upah lokal sangat rendah," kata Nico Uba, sekretaris jenderal kelompok Filipino Nurses United kepada RoW.

"Akibatnya, rumah sakit lokal kekurangan staf dan kelebihan beban kerja."

Perusahaan yang menjalankan skema ini mengeksploitasi dua kelompok tenaga kesehatan: pekerja Filipina yang dibayar rendah dan pekerja Amerika yang kelelahan.

Bagi pekerja Filipina, upah $5 per jam jauh di atas rata-rata nasional, sementara pekerja AS menganggap 50 jam kerja seminggu seperti liburan.

Industri telemedis sadar akan ketegangan ini dan memanfaatkannya.

JL Botor, presiden Healthcare Information Management Association of the Philippines, mengatakan rumah sakit AS bisa menghemat hingga 70 persen biaya overhead dengan mempekerjakan pekerja Filipina.

>>> Cardinals Kalahkan Diamondbacks 5-4 di Chase Field

Botor menyebut Filipina sebagai "pusat alih daya proses klinis" dan "hub global utama untuk mendukung sistem kesehatan internasional yang kelebihan beban."