Melihat ke belakang, banyak adegan memiliki makna yang sama sekali berbeda.

Gerakan kecil, percakapan hening, dan bahkan tindakan Itachi selama pertarungan terakhir mereka mengungkapkan bahwa dia tidak pernah berniat menghancurkan Sasuke.

Sebaliknya, dia mempersiapkannya untuk menjadi cukup kuat untuk bertahan hidup tanpanya.

Senyuman terakhirnya dan sentuhan lembut di dahi telah menjadi salah satu momen paling ikonik dalam anime karena mengekspresikan cinta yang tak terucapkan selama bertahun-tahun dalam satu gerakan.

7. Nasib Tragis Nina Tucker (Fullmetal Alchemist: Brotherhood)

Nina diperkenalkan sebagai seorang gadis kecil ceria yang dengan cepat berteman dengan Edward dan Alphonse Elric.

Kepribadiannya yang polos dan hubungan dekatnya dengan anjingnya, Alexander, menciptakan rasa kehangatan yang membuat penonton lengah.

Kenyamanan itu hancur ketika ayahnya, Shou Tucker, mengorbankan Nina dan Alexander dalam eksperimen mengerikan untuk mempertahankan statusnya sebagai Alkemis Negara.

Serial ini menghindari kekerasan grafis, membuat adegan itu semakin mengganggu.

Upaya Nina yang bingung untuk berbicara dan mengenali Edward menunjukkan bahwa seorang anak yang ketakutan masih ada di dalam makhluk mengerikan itu.

Dia tidak mengerti apa yang terjadi padanya, meninggalkan penonton untuk mengalami kengerian itu atas namanya. Reaksi tak berdaya Edward mencerminkan apa yang dirasakan penonton saat itu.

8. Serangan Terakhir Erwin Smith (Attack on Titan)

Menghadapi Beast Titan, Erwin memahami bahwa mundur bukan lagi pilihan.

Alih-alih memberikan harapan palsu, dia secara terbuka mengakui bahwa serangan di depan pada dasarnya adalah misi bunuh diri.

Meski begitu, dia memimpin di depan formasi, memilih untuk menghadapi kematian bersama para rekrutan muda yang mempercayainya.

Pidatonya sebelum serangan telah menjadi salah satu momen paling berkesan dalam anime karena menangkap keberanian dan keputusasaan tanpa berpura-pura bahwa hasilnya akan menjadi sesuatu selain tragis.