Pendingin udara di barak untuk sekitar 4.000 tentara di Hawaii telah kembali berfungsi setelah perbaikan pada pompa air tanah di pabrik pengolahan air setempat.

Nathan Wilkes, juru bicara U. S.

>>> Short Seller Gencar Incar Saham SpaceX yang Terus Merosot

Army Garrison Hawaii, mengatakan bahwa masih ada beberapa kasus kebocoran kondensasi yang terisolasi, tetapi sistem secara keseluruhan berfungsi dan tim terus menangani masalah yang tersisa.

Sebelumnya, pada 10 Juli, otoritas garnisun mematikan sistem pendingin berpendingin air di barak yang terkena dampak setelah pompa air bawah tanah di pabrik pengolahan gagal berfungsi.

Kegagalan tersebut mengurangi pasokan air secara drastis untuk Schofield Barracks, Wheeler Army Airfield, Helemano Military Reservation, dan pangkalan lainnya.

Langkah itu diambil karena hanya satu pompa air yang tersisa berfungsi, sementara sistem pendingin di barak tersebut mengonsumsi 40% dari kebutuhan air harian normal garnisun.

Sejak saat itu, kru berhasil mengaktifkan pompa sumur dalam kedua di pabrik pengolahan dan sedang berupaya mengaktifkan pompa ketiga pada awal pekan depan.

Jika berhasil, garnisun akan mulai mencabut pembatasan air yang telah berlaku sejak pekan lalu.

Semua barak dan area perumahan tetap memiliki akses ke air minum, serta toilet, wastafel, dan sistem sanitasi masih berfungsi.

Divisi Infanteri ke-25 juga mengoperasikan empat Sistem Air Minum Portabel Berinsentif Tinggi untuk menyediakan air bersih bagi kebutuhan rumah tangga.

>>> Razer Rilis Koleksi Pikachu dan Eevee: Dua Gadget Ini Paling Worth It

Pangkalan memberlakukan beberapa pembatasan air di luar penggunaan rumah tangga, termasuk menutup tempat cuci mobil dan membatasi penyiraman taman.

Tentara dan keluarga di instalasi yang terkena dampak diminta melapor ke Direktorat Pekerjaan Umum jika melihat sprinkler atau selang yang menyala selama perbaikan berlangsung.