Paris Jackson kembali berhadapan dengan pengelola warisan ayahnya, Michael Jackson, di pengadilan. Kali ini, perseteruan mereka berkaitan dengan permintaan merahasiakan dokumen tertentu.

Dalam dokumen pengadilan yang baru diajukan, Paris menolak permintaan John Branca untuk menutup akses publik terhadap sejumlah dokumen.

>>> Hiu Putih Raksasa 'Contender' Bermigrasi ke Cape Cod

Dokumen itu terkait dengan keberatannya atas permohonan pembayaran biaya yang diajukan Branca.

Branca berdalih bahwa informasi dalam dokumen tersebut dapat mengganggu kesepakatan bisnis di masa depan atau dimanfaatkan oleh pihak lawan.

Namun, Paris menilai argumen itu tidak beralasan.

Paris juga menyebut bahwa warisan Michael Jackson masih terbuka hingga kini karena cara pengelolaan yang dilakukan Branca. Ia mengaku tidak mendapat informasi yang cukup mengenai keuangan warisan tersebut.

Menanggapi hal itu, Branca membantah dan menyatakan bahwa klaim Paris mengabaikan realitas yang ada. Ia menilai sebagian besar argumen Paris hanya berisi retorika yang tidak relevan.

>>> Indonesia Resmikan Proyek LNG Abadi Masela Senilai Rp 326 Triliun

Sebelumnya, Paris berhasil meyakinkan hakim untuk menghentikan pembayaran bonus tambahan kepada firma hukum pihak ketiga. Ia mencurigai langkah Branca merahasiakan dokumen hanya untuk melindungi reputasinya sendiri.

Paris mengungkapkan bahwa Branca dan John McClain yang telah meninggal menerima lebih dari 120 juta dolar AS atas pekerjaan mereka.

Jumlah itu jauh berbeda dengan apa yang diterima Paris dan kedua saudaranya sejak ayah mereka meninggal.

Para pengelola sebelumnya menyatakan bahwa Paris dan saudara-saudaranya telah menerima manfaat jutaan dolar sejak kematian Michael Jackson.

>>> Kapal Penumpang Tenggelam di Sulawesi Selatan, 1 Tewas dan 24 Hilang

Kini, Paris meminta pengadilan menolak permintaan Branca untuk merahasiakan informasi tertentu dari publik.