"Dan investasi ini kurang lebih sekitar 20,95 atau 21 miliar US Dollar ini setara dengan hampir Rp390 triliun, Pak Gubernur, ini investasinya.

Dan ini menghasilkan 9,5 juta ton LNG per tahun ... dan 35.000 barel kondensat per hari.

Ini dalam rangka meningkatkan lifting kita," tutup Bahlil.

Selain memperkuat pasokan energi nasional, pemerintah memperkirakan proyek tersebut memberikan manfaat ekonomi yang signifikan.

Proyek Abadi Masela diproyeksikan menghasilkan penerimaan negara sekitar US$37,8 miliar, kontribusi pajak tidak langsung sebesar US$6,43 miliar selama masa konstruksi dan operasi, serta menyerap sekitar 12.000 tenaga kerja langsung pada masa konstruksi dan 800-1.000 pekerja saat memasuki fase operasi.

Groundbreaking Proyek Onshore LNG Abadi Masela dilakukan Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku.

>>> Pelindo Siap Jadi Mitra Strategis Arab Saudi untuk Perkuat Konektivitas Perdagangan

Proyek yang telah tertunda selama hampir tiga dekade tersebut menjadi salah satu proyek gas terbesar di Indonesia dengan pengembangan kilang LNG darat (onshore).