S&P Global Ratings mengonfirmasi peringkat kredit sovereign jangka panjang Indonesia pada BBB dengan outlook stabil.

Lembaga pemeringkat internasional itu juga mempertahankan peringkat kredit jangka pendek Indonesia di A-2.

>>> Indonesia Gelar Forum Ekonomi Biru ASEAN di Banyuwangi

Keputusan ini mencerminkan prospek pertumbuhan yang solid, kebijakan makroekonomi yang hati-hati, dan utang pemerintah yang relatif rendah di tengah ketidakpastian ekonomi global.

S&P memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh sekitar 5,1 persen pada 2026, didukung oleh permintaan domestik dan investasi yang kuat.

Respons Pemerintah

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan keputusan tersebut mencerminkan kepercayaan terhadap fundamental ekonomi dan kredibilitas kebijakan Indonesia.

Pemerintah berkomitmen menjaga defisit anggaran di bawah batas undang-undang sebesar 3 persen dari produk domestik bruto.

>>> Microsoft Tingkatkan Stabilitas WSL, RAM Penuh Tak Lagi Bikin Sistem Mati Total

S&P juga menyoroti pemulihan penerimaan negara yang meningkat sekitar 21 persen year on year pada semester pertama 2026.

Peningkatan itu didukung oleh perbaikan administrasi perpajakan dan penerimaan negara bukan pajak yang lebih tinggi.

Prospek ke Depan

Outlook stabil mencerminkan ekspektasi bahwa tekanan pada posisi fiskal dan eksternal Indonesia akan mereda.

>>> Manga Tsugumi Project Karya ippatu Diadaptasi Menjadi Anime TV

Hal ini seiring pemulihan penerimaan pemerintah, stabilisasi harga komoditas, penguatan rupiah, dan kelanjutan reformasi ekonomi.