Itulah Dr. Alan Grant, karakter fiktif yang ia hidupkan dengan brilian dalam mahakarya Steven Spielberg, Jurassic Park (1993). Neill memerankan seorang paleontolog eksentrik yang awalnya membenci anak-anak, namun harus menjadi pelindung bagi dua cucu John Hammond di tengah mimpi buruk pulau yang dipenuhi dinosaurus hasil rekayasa genetika.

Adegan ikonik di mana Neill berhadapan dengan Tyrannosaurus Rex di tengah hujan deras, hingga ketegangan mencekam saat bersembunyi dari Velociraptor di dapur, telah mengukir namanya dalam sejarah pop-culture. Kesuksesan karakter ini membuatnya kembali mengenakan topi ikonik tersebut dalam sekuel Jurassic Park III (2001) dan menutup perjalanannya sebagai Alan Grant di Jurassic World: Dominion (2022).

Sempat Melawan Kanker Langka
Kabar kesehatan Neill sempat menjadi sorotan publik pada Maret 2023. Kala itu, dengan gaya humornya yang khas, Neill mengungkapkan kepada publik bahwa ia didiagnosis mengidap angioimmunoblastic T-cell lymphoma, sebuah jenis kanker limfoma non-Hodgkin yang sangat langka dan agresif.

Alih-alih meratapi nasib, Neill mendokumentasikan perjuangannya melawan "sang malaikat maut" melalui media sosial, sering kali membagikan video dari peternakannya, Two Paddocks, sambil tetap menyapa para penggemarnya dengan optimisme yang luar biasa. Pengobatan kemoterapi yang intensif berhasil ia lewati, dan keluarganya mengonfirmasi bahwa sang aktor telah memenangkan pertarungan melawan kanker tersebut sebelum takdir berkata lain pada Senin lalu.

Setengah Abad Mengukir Sejarah Layar Lebar
Mereduk jejak kariernya, Sam Neill adalah definisi dari aktor serbabisa. Karier internasionalnya melesat lewat film klasik Australia, My Brilliant Career (1979), sebelum ia memukau penonton global lewat thriller psikologis Dead Calm (1989) yang juga menjadi batu loncatan bagi aktris Nicole Kidman.