Sempat Melawan Kanker Langka

Kabar kesehatan Neill sempat menjadi sorotan publik pada Maret 2023. Kala itu, dengan gaya humornya yang khas, Neill mengungkapkan kepada publik bahwa ia didiagnosis mengidap angioimmunoblastic T-cell lymphoma, sebuah jenis kanker limfoma non-Hodgkin yang sangat langka dan agresif.
 
Alih-alih meratapi nasib, Neill mendokumentasikan perjuangannya melawan "sang malaikat maut" melalui media sosial, sering kali membagikan video dari peternakannya, Two Paddocks, sambil tetap menyapa para penggemarnya dengan optimisme yang luar biasa. Pengobatan kemoterapi yang intensif berhasil ia lewati, dan keluarganya mengonfirmasi bahwa sang aktor telah memenangkan pertarungan melawan kanker tersebut sebelum takdir berkata lain pada Senin lalu.
 

Setengah Abad Mengukir Sejarah Layar Lebar

Mereduk jejak kariernya, Sam Neill adalah definisi dari aktor serbabisa. Karier internasionalnya melesat lewat film klasik Australia, My Brilliant Career (1979), sebelum ia memukau penonton global lewat thriller psikologis Dead Calm (1989) yang juga menjadi batu loncatan bagi aktris Nicole Kidman.
 
Selama lebih dari lima dekade, Neill telah membintangi berbagai film lintas genre yang diakui oleh para kritikus. Mulai dari drama peraih Piala Oscar The Piano (1993), aksi mata-mata di The Hunt for Red October (1990), hingga horor fiksi ilmiah Event Horizon (1997).
 
Generasi yang lebih muda mungkin lebih mengenalnya sebagai Major Chester Campbell, detektif religius yang kejam namun karismatik dalam serial hit BBC, Peaky Blinders. Peran ini membuktikan bahwa pesona Neill di depan kamera tidak luntur dimakan usia.
 

Penghormatan dari Perdana Menteri Selandia Baru

Kepergian Neill bukan hanya kehilangan besar bagi Hollywood, tetapi juga pukulan telak bagi negara asalnya, Selandia Baru. Perdana Menteri Selandia Baru, Christopher Luxon, segera merilis pernyataan duka kenegaraan, memuji Neill sebagai salah satu "arsitek" yang membawa industri film Selandia Baru ke peta dunia.
 
"Dia memulai kariernya ketika industri film di negara kita hampir tidak ada," tulis Luxon dalam rilis resminya. "Selama lebih dari lima puluh tahun, dia membawa kisah-kisah Selandia Baru ke panggung dunia. Bakat, dedikasi, dan karismanya turut membantu menjadikan industri film kita menjadi raksasa seperti yang kita lihat sekarang ini."
 
 

Selamat Jalan, Dr. Grant

Sam Neill kini telah pergi untuk selamanya, meninggalkan sang istri, empat orang anak, dan delapan cucu yang sangat mencintainya.
 
Bagi jutaan penonton di bioskop maupun di depan layar televisi, warisannya akan tetap abadi. Setiap kali denting musik tema Jurassic Park karya John Williams mengalun, atau setiap kali kita melihat topi koboi yang tersangkut di dahan pohon, kita akan selalu teringat pada sang paleontolog yang mengajarkan kita untuk "tetap duduk tenang" di hadapan raksasa purba.
 
Selamat jalan, Sam Neill. Terima kasih telah membawa kita semua pada petualangan yang tak akan pernah terlupakan.