Usai Body Shaming Amanda Zahra, dr Ayu Kusuma Resmi Dibebastugaskan Tim Erha Klinik
Ukuran Teks
Menyeret Nama Keluarga dan Institusi, dr Ayu Memohon Ampun
Dampak dari viralnya kasus ini ternyata jauh lebih luas dari yang dibayangkan. Netizen yang geram tidak hanya menyerang akun pribadi dr Ayu, tetapi juga merembet ke tempat ia bekerja, rekan-rekan seprofesinya, hingga keluarga intinya.
Menyadari hal ini, dr Ayu memohon agar masyarakat tidak menyeret pihak-pihak yang tidak bersalah ke dalam pusaran amarah publik. Ia secara spesifik meminta maaf kepada Amanda Zahra beserta keluarga, suami, ibu, anak, serta keluarga besarnya.
Lebih jauh, ia juga memohon ampun kepada rekan-rekan sejawatnya di klinik tempatnya berpraktik. "Kepada keluarga besar Erha Manajemen, serta seluruh masyarakat yang turut berdampak oleh tindakan saya, saya memohon maaf," ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa tindakan impulsif tersebut sama sekali tidak melibatkan pihak lain. "Saya memohon agar menghentikan serangan komentar kepada rekan-rekan sejawat saya di Erha, manajemen Erha, maupun keluarga saya. Karena mereka tidak terlibat sedikitpun dalam permasalahan ini," pintasnya lirih.
Berawal dari Emosi Pribadi, Melanggar Etika Kedokteran
Dalam pengakuannya, dr Ayu menjelaskan akar permasalahan dari perilakunya tersebut. Ia mengakui bahwa serangkaian ujaran kebencian (hate speech) itu lahir dari asumsi keliru dan luapan emosi pribadi yang tidak terkontrol.
"Saya menyadari kata-kata yang saya gunakan tidak mencerminkan nilai-nilai moral, etika, maupun ajaran orang tua saya. Tindakan saya sangat tidak pantas dan tidak sesuai dengan kode etik serta nilai yang harus dijunjung sebagai dokter," akuinya.
Pengakuan ini menjadi tamparan keras bagi dunia medis. Kode etik kedokteran secara tegas melarang tenaga medis untuk merendahkan martabat manusia, terlebih menggunakan posisi dan pengetahuannya untuk melakukan body shaming di ruang publik. dr Ayu menyadari bahwa perbuatannya telah mencederai kepercayaan masyarakat terhadap profesi dokter.
Oleh karena itu, ia menyatakan kesiapannya untuk menghadapi segala konsekuensi hukum maupun sanksi organisasi profesi yang akan menjeratnya. "Saya menerima konsekuensi tindakan tersebut, dan merupakan tanggung jawab saya secara pribadi," tegasnya.
Editor: Hasyim Wijaya
Update Terbaru
Argentina Kalahkan Swiss 3-1, Melaju ke Semifinal Piala Dunia
Minggu / 12-07-2026, 17:35 WIB
Otoritas Brasil Selamatkan Perempuan yang Diperbudak Selama 55 Tahun
Minggu / 12-07-2026, 17:35 WIB
Final Wimbledon: Unggulan Teratas Sinner dan Zverev Berebut Gelar
Minggu / 12-07-2026, 17:35 WIB
Pembalap NASCAR Thomas Annunziata Dirawat Usai Truk Terbakar di Tengah Balapan
Minggu / 12-07-2026, 17:35 WIB
Apa Penyebab Agus Hutomo Meninggal Dunia? Inilah Biodata Ayahanda Bella Bonita Istri Denny Caknan yang Meninggal Dunia
Minggu / 12-07-2026, 17:34 WIB
Negosiasi Kontrak Hambat Pengumuman Garcia vs Benn
Minggu / 12-07-2026, 17:32 WIB
11 Rahasia Memulai Kembali di Usia Paruh Baya dari Para Pebisnis Sukses
Minggu / 12-07-2026, 17:31 WIB
Ed Davey Desak Perlindungan Demokrasi Lebih Kuat Usai Kunjungan Robinson ke Rusia
Minggu / 12-07-2026, 17:31 WIB
Profil Agus Hutomo Ayah Bella Bonita Istri Denny Caknan yang Meninggal Dunia: Umur, Agama dan IG
Minggu / 12-07-2026, 17:30 WIB
Rayakan Moana Live Action, Disney Gandeng Lyodra dan Amora Lemos
Minggu / 12-07-2026, 17:28 WIB
Mengenal Regulasi Investasi dan Pasar Modal di Indonesia: Landasan Hukum, Otoritas, dan Perkembangan Terkini
Minggu / 12-07-2026, 17:28 WIB
Fitur Tersembunyi Chrome Ini Ubah Browser Jadi Alat Produktivitas
Minggu / 12-07-2026, 17:28 WIB
Karyawan Douglas Byrd High School Didakwa dalam Kecelakaan Bus
Minggu / 12-07-2026, 17:28 WIB
ESDM Alokasikan 212 Juta Ton Batu Bara untuk PLN pada 2026
Minggu / 12-07-2026, 17:28 WIB







