Ia menjelaskan secara rinci bagaimana nasib keenam pernikahannya tersebut. "Nih ya gue jelasin, istri pertama meninggal, kedua cerai, ketiga pisah ranjang, 4, 5, dan 6 itu nikah siri," ungkap Temon saat itu.

Ketika ditanya mengenai alasan mengapa ia bisa menjalin hubungan dengan begitu banyak wanita, Temon memberikan jawaban yang mencerminkan filosofi hidupnya yang sangat santai dan anti-komplikasi. Baginya, kehidupan tidak perlu dipersulit dengan aturan-aturan yang mengekang.

"Mungkin gue tuh bukan orang mau ribet gitu, jadi kalau nggak mau ngikutin aturan saya ya sudah tinggalin saja," tuturnya dengan polos. Sikapnya yang go with the flow atau mengalir saja inilah yang membuatnya menerima setiap tamu kehidupan, termasuk hubungan asmara yang datang silih berganti.

"Ya namanya kalau sendiri itu biasanya ada yang datang kan ya, masak kita usir sih. Ya tapi nggak sembarangan juga dengan hal tersebut. Kita pengenalan dulu gitu satu sama lain," tambahnya.

Penyesalan dan Pendewasaan Diri di Masa Tua
Meski dikenal dengan gaya hidupnya yang bebas dan "tidak mau ribet", Temon pada akhirnya menemukan pendewasaan dan ketenangan di masa tuanya. Kesembilan anak dari berbagai pernikahan tersebut tetap dibesarkan dalam lingkungan yang harmonis. Temon memastikan bahwa anak-anaknya tumbuh rukun dan damai, tanpa adanya perasaan tertolak atau permusuhan.

Ketika ditanya apakah ia masih memiliki keinginan untuk menambah pasangan hidup, Temon memberikan jawaban yang tegas, menandakan adanya perubahan prioritas dan pendewasaan diri dalam memandang arti sebuah komitmen.

"Nggak, nggak, sudah satu saja," tegasnya seraya tersenyum tipis. Sebuah pengakuan yang menunjukkan bahwa di balik kelakarannya, Temon adalah seorang ayah yang bertanggung jawab dan seorang pria yang pada akhirnya menemukan kedamaian dalam kesederhanaan.