Babak Kedua: Drama Cedera Courtois dan Gol Emas Merino

Memasuki babak kedua, Spanyol kembali menekan dengan agresif. Lamine Yamal terus menjadi momok bagi pertahanan Belgia dengan pergerakan lincahnya. Pada menit ke-52, pemain muda ini hampir saja mencetak gol setelah menerima umpan dari Marc Cucurella, namun tembakannya masih melebar ke sisi tiang jauh.
 
Courtois, yang tampil untuk ke-21 kalinya di Piala Dunia dan menjadi kiper dengan penampilan terbanyak kedua dalam sejarah kompetisi, terus menunjukkan kelasnya. Pada menit ke-58, ia berhasil menyelamatkan gawang Belgia dari serangan berbahaya Cucurella.
 

Momen Kritis: Courtois Tumbang

Namun, petaka menimpa Belgia pada menit ke-67. Thibaut Courtois, kiper andalan Real Madrid dan Belgia, terpaksa tersandung cedera paha yang cukup serius. Sempat berusaha bangkit dan melanjutkan pertandingan selama empat menit, akhirnya sang kiper harus menyerah dan digantikan oleh Senne Lammens.
 
Kehilangan Courtois menjadi pukulan berat bagi Belgia, mengingat pengalaman dan kualitas kiper berusia 34 tahun tersebut sangat vital bagi pertahanan Tim Setan Merah.
 

Gol Dramatis di Menit-Menuit Akhir

Spanyol yang menyadari kelemahan Belgia pasca cedera Courtois, semakin gencar melancarkan serangan. Mereka terus menekan dan menciptakan berbagai peluang. Namun, pertahanan Belgia yang dipimpin oleh Nathan Ngoy dan Brandon Mechele masih mampu bertahan cukup solid.
 
Hingga memasuki menit-menit akhir, skor masih imbang 1-1. Kedua tim seolah menahan napas, menyadari bahwa satu gol bisa menentukan nasib mereka.
 
Dan pada menit ke-88, momen yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Mikel Merino, yang baru masuk menggantikan Dani Olmo, menjadi pahlawan bagi Spanyol. Berawal dari bola muntah yang gagal diantisipasi oleh Senne Lammens setelah upaya Pau Cubarsi, Merino dengan sigap menyambar bola tersebut dan menyarangkannya ke gawang Belgia.
 
Stadion Los Angeles pun pecah. Gol tersebut membawa Spanyol unggul 2-1 dan sekaligus menjadi gol penentu kemenangan La Roja. Belgia yang tersentak dengan gol tersebut berusaha mencari gol penyama kedudukan, namun waktu sudah terlalu sempit.