Keputusan mendesak ini jadi kerugian besar karena statistik mencatat Konsa adalah salah satu pawang terbaik Haaland.

Dari lima pertemuan di Premier League, kedisiplinan Konsa terbukti ampuh dan hanya membiarkan Haaland mencetak satu gol.

Hilangnya Konsa dari jantung pertahanan tentu menjadi keuntungan tersendiri bagi kubu Lovene.

Jika Konsa terpental ke kanan, stopper Inggris otomatis menyisakan duet John Stones dan Guehi.

Kedua bek ini harus memikul tanggung jawab ganda untuk menahan gempuran tanpa adanya bek pelapis ideal.

Stones punya rekor bersih karena mampu membuat Haaland mandul total dalam dua laga di Liga Champions.

Catatan impresif saat Haaland masih berseragam Borussia Dortmund itu menjadi secercah harapan bagi publik Britania Raya.

Masalah besar justru ada pada Guehi yang berdasarkan data merupakan mangsa paling favorit bagi sang monster.

Haaland tercatat sukses menggelontorkan tujuh gol hanya dari tujuh laga profesional saat berhadapan dengan Guehi sebelum berlabuh ke Man City.

Rapor merah inilah yang harus diaduk oleh Tuchel agar tidak dieksploitasi oleh otomatisasi taktik menyerang Norwegia.

Pelatih asal Jerman itu harus menemukan formula instan agar Guehi tidak kalah mental sebelum pertandingan.

Inggris diprediksi akan menginstruksikan Declan Rice untuk memutus aliran bola dengan mengunci pergerakan Martin Odegaard.

Mematikan pelayan Haaland di lini tengah dinilai jauh lebih efektif ketimbang menjaganya secara satu lawan satu.

Jika lini tengah Inggris sampai kehilangan bola, mereka akan berada dalam posisi rentan terhadap serangan balik cepat. Norwegia begitu mematikan dalam transisi ofensif.

Kualitas Antonio Nusa dan Alexander Sorloth juga jempolan dengan karakteristik masing-masing yang dipunya.

Faktor cuaca panas di Miami pun berpotensi menguji ketahanan fisik para pemain dari kedua kesebelasan.