Larangan sementara ekspor solar sebenarnya telah berlaku sejak akhir Januari 2026. Kini, pembatasan diperluas hingga 31 Juli 2026, mencakup solar, bahan bakar laut, dan produk migas lainnya.

Gangguan pasokan energi Rusia juga dipengaruhi serangan drone Ukraina yang menyasar kilang minyak.

Staf Umum Ukraina mengklaim telah menyerang 16 kilang minyak dan terminal bahan bakar utama Rusia sepanjang Januari hingga Juni, melumpuhkan lebih dari 30 persen kapasitas penyulingan minyak.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengakui serangan tersebut berkontribusi terhadap berkurangnya pasokan bahan bakar. Namun, ia menegaskan situasi masih terkendali.

>>> TikTok Luncurkan 'Makan Dengan Makna', Donasi Rp3,2 Miliar untuk Akses Makanan Bergizi

"Saat ini, kami memang mengalami kekurangan, tetapi situasinya belum kritis," kata Putin, seraya menambahkan bahwa fasilitas yang rusak sedang diperbaiki dengan cepat.