Kalau yang di Kalimantan kan low rank coal jadi gasifikasi pakai syngas, syngas jadi metanol. Nah itu bisa," tambah Eniya.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan pembangunan industri metanol menjadi agenda lanjutan setelah pemerintah menjalankan mandatori B50.

"Metanolnya kita butuh hanya untuk B50 sekitar 2,5 juta ton per tahun. Maka langkah berikut adalah kita mendorong untuk segera membangun industri metanol.

Ini ada di Jawa Timur sudah kita bulan ini juga kita akan melakukan groundbreaking. Dan kemudian adalah di Kalimantan Timur merupakan bagian hilirisasi daripada batubara," ungkapnya.

Program B50 sendiri menjadi tahap lanjutan kebijakan biodiesel nasional yang dimulai dari B2,5 pada 2008 hingga B40 pada 2025.

Pemerintah menargetkan implementasi penuh B50 pada semester I 2026 sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi, mengurangi impor solar, sekaligus meningkatkan nilai tambah industri sawit dan hilirisasi energi.

>>> HMD Arc 2 Resmi Meluncur dengan Tampilan Segar dan Chipset Baru

Berdasarkan proyeksi pemerintah, implementasi B50 berpotensi menghemat devisa negara sekitar Rp170 triliun per tahun, menekan emisi sekitar 44,46 juta ton CO₂, serta mengurangi impor solar hingga sekitar 18 juta kiloliter per tahun.