Bulan Muharam menjadi salah satu waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah. Dalam ajaran Islam, Muharam termasuk empat bulan suci (Asyhurul Hurum) yang dimuliakan Allah SWT sehingga kehadirannya dipandang sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri sekaligus meningkatkan ketakwaan.

Khutbah Jumat edisi 10 Juli 2026 mengangkat tema Perihal Bulan Muharam. Materi khutbah mengajak umat Islam menjadikan pergantian tahun Hijriah sebagai momentum memperbarui hubungan dengan Allah SWT melalui ibadah, taubat, dan amal kebajikan.

Muharam Disebut sebagai Bulan Allah

Dalam khutbah pertama dijelaskan bahwa manusia kerap merasakan kejenuhan akibat kesibukan dan rutinitas sehari-hari. Kondisi tersebut dapat membuat semangat beribadah menurun apabila tidak diimbangi dengan upaya mendekatkan diri kepada Allah.

Muharam hadir sebagai salah satu waktu yang memiliki keutamaan besar. Bulan ini mendapat sebutan Syahrullah atau bulan Allah karena termasuk bulan yang dimuliakan bersama Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Rajab.

Khutbah juga mengingatkan bahwa penetapan Muharam sebagai awal kalender Hijriah pada masa Khalifah Umar bin Khattab bukan tanpa alasan. Bulan ini dipilih karena menyimpan banyak pelajaran penting dalam sejarah para nabi serta perjalanan dakwah Islam.

>>> Haaland Borong Dua Gol, Norwegia Hentikan Brasil di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Pelajaran dari Sejarah Para Nabi

Materi khutbah mengulas sejumlah peristiwa yang dikaitkan dengan bulan Muharam. Di antaranya diterimanya taubat Nabi Adam AS, keselamatan Nabi Yunus AS dari dalam perut ikan, serta diselamatkannya Nabi Ibrahim AS dari kobaran api.

Selain itu, Muharam juga menjadi pengingat terhadap peristiwa hijrah Rasulullah SAW yang membuka babak baru bagi perkembangan dakwah Islam. Rangkaian kisah tersebut menjadi dorongan agar setiap Muslim tidak berputus asa dan selalu membuka lembaran baru dalam kehidupan.