"Istana Buckingham kini memandang setiap interaksi dengan Pangeran Harry dari sudut pandang melindungi institusi kerajaan, bukan lagi menjaga hubungan keluarga," kata Schofield.

"Hal itu mungkin terdengar menyedihkan bagi sebagian orang, tetapi dari sudut pandang istana, berbagai peristiwa dalam beberapa tahun terakhir membuat mereka percaya banyak keputusan Harry pada akhirnya lebih menguntungkan kepentingannya sendiri daripada keluarganya," lanjutnya.

Schofield juga menanggapi laporan yang menyebut Ratu Camilla ingin berada di ruangan yang sama dengan suaminya saat pertemuan mendatang dengan Harry.

>>> Sinopsis Road to Success: Drama China Sepak Bola Dibintangi Esther Yu dan Chen Jingke

"Sejauh yang saya ketahui, Ratu Camilla tidak terlalu berminat berinteraksi dengan Harry maupun Meghan.

Ia akan mendukung Raja jika diminta, tetapi tidak melihat adanya manfaat untuk kembali membuka persoalan lama," ujarnya.

Menurut sumber, di kalangan kerajaan berkembang keyakinan bahwa interaksi dengan Harry dan Meghan kerap diikuti oleh pengungkapan informasi kepada publik atau munculnya narasi tandingan, sehingga kepercayaan menjadi sangat sulit dipulihkan.

Pangeran Harry pernah berkata, dinamika keluarga yang kompleks dan rasisme yang mengakar menjadi faktor kunci di balik keputusan dirinya dan Meghan Markle untuk meninggalkan Inggris.

"Pengalaman di masa lalu membuat istana memilih bersikap hati-hati terhadap setiap usulan pertemuan.

Charles telah menunjukkan bahwa ia bersedia menjaga jarak ketika pembicaraan mulai berfokus pada uang atau persoalan keluarga yang sensitif," ujar Schofield.

"Gagasan bahwa ia membutuhkan Ratu Camilla untuk melindunginya dari putra bungsunya sendiri tidak sejalan dengan keputusan-keputusan yang telah diambilnya selama beberapa tahun terakhir."

Kendati demikian, Istana Buckingham belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar dari Page Six.