Meski demikian, Patricia semasa hidupnya tidak pernah memaksakan Catherine. Ia bahkan sempat menyarankan agar gaun itu dipotong untuk dijadikan model baru atau suvenir keluarga.

>>> Pochettino Puji FIFA yang Mencabut Satu Laga Larangan Balogun

Namun, Catherine sudah bulat dengan keputusannya.

"Saya rasa dia tidak pernah membayangkan bahwa saya akan benar-benar berjalan di altar mengenakannya, apalagi tanpa diubah sama sekali.

Namun bagi saya, tidak pernah ada gaun lain yang bisa menandinginya," tegasnya.

Pernikahan sipil Catherine digelar pada 2 Mei 2026 di Old Marylebone Town Hall, London. Luar biasanya, gaun tersebut dipakai dalam kondisi hampir sama persis seperti tahun 1966.

Catherine memilih untuk tidak merombaknya, tidak membawanya ke dry cleaning, bahkan membiarkan robekan kecil di bawah lengan gaun tetap apa adanya.

Bersama ibunya, ia hanya menyetrika gaun itu dengan uap.

"Dalam pikiran saya, robekan itu adalah bukti bahwa nenek saya bersenang-senang di hari pernikahannya," katanya.

Kini, gaun tersebut memiliki makna yang jauh lebih dalam. Patricia meninggal dunia pada 6 Oktober 2025, beberapa bulan sebelum hari pernikahan Catherine.

Video saat Catherine mencoba gaun pengantin neneknya, yang awalnya hanya dianggap sebagai dokumentasi keluarga biasa, kini menjadi momen paling berharga.

Rekaman itu menangkap suara, senyuman, dan kebahagiaan terakhir sang nenek.

"Rekaman itu sangat berarti bagi saya saat itu, dan sekarang menjadi segalanya bagi keluarga kami," ucap Catherine lirih.

Melihat videonya viral dan menuai banyak pesan hangat dari orang asing, Catherine mengaku sangat terharu.

Namun, satu hal yang paling membuatnya tersenyum adalah membayangkan reaksi sang nenek jika masih hidup.

>>> Rekomendasi Game Multiplayer Seru di Poki Games, Bisa Dimainkan Gratis

"Dia pasti akan sangat menyukai perhatian dan reaksi yang diterimanya," ujar Catherine sambil tertawa.