Polisi Belanda menangkap 270 aktivis iklim pada Sabtu, 4 Juli 2026, saat mereka mencoba memblokade jalan tol A12 di dekat Utrecht.

Aksi yang digelar kelompok Extinction Rebellion itu sempat memblokade jalur paralel tol selama kurang dari satu jam.

>>> Kode Redeem Free Fire MAX 5 Juli 2026: Klaim Hadiah Gratis

Pemerintah kota Utrecht telah melarang demonstrasi di jalan tol tersebut. Wali Kota Sharon Dijksma menetapkan Domplein sebagai lokasi alternatif, namun para pengunjuk rasa tetap berusaha menuju A12.

Untuk mencegah gangguan lalu lintas besar, polisi mengerahkan sekitar 300 personel, termasuk unit antihuru-hara. Mereka mencegat demonstran di bahu jalan sebelum memasuki jalur utama.

Sebanyak 21 orang yang berada di dalam kendaraan yang berhasil memblokade jalan paralel masih ditahan di kantor polisi setempat.

Sementara itu, demonstran lainnya yang dipindahkan telah dibebaskan.

Alasan Aksi

Seorang demonstran perempuan yang duduk di rerumputan pinggir jalan tol menyampaikan alasannya kepada RTV Utrecht. "Saya berpartisipasi karena harus ada akhir dari subsidi bahan bakar fosil," ujarnya.

>>> Team Falcons MENA Lolos ke MSC EWC 2026, Ini Jadwal Lengkapnya

Ia mengkritik dukungan finansial pemerintah kepada perusahaan industri besar di tengah perubahan iklim. "Tata Steel adalah salah satu perusahaan paling polutif.

Pikirkan juga Shell. Pemerintah memberi mereka keuntungan pajak, dan kami menyebutnya subsidi fosil," katanya.

Menurut RTV Utrecht, ini adalah demonstrasi besar kedua Extinction Rebellion di A12 dalam beberapa bulan terakhir.

Sebelumnya, pada 25 April, aksi serupa di dekat De Meern melibatkan ratusan aktivis dan menghasilkan sekitar 400 penangkapan.

>>> Kerusuhan 4 Juli di Newport Beach: Kerumunan Besar dan Polisi Berjaga

Sebuah kontra-demonstrasi oleh petani dengan traktor juga terjadi di Laagravenseweg. Mereka mencoba memblokade aktivis di median jalan sebelum polisi turun tangan memisahkan kedua kelompok.