Selain tampilannya yang minimalis, kuku pendek juga jauh lebih nyaman digunakan untuk beraktivitas.

"Kamu bisa mengetik, membuka kaleng, keramas, memasang sabuk pengaman anak di kursi mobil, hingga menjalani aktivitas sehari-hari tanpa merasa kuku justru menghambat," kata Juli.

Manikur kuku pendek juga cenderung lebih awet. Karena tidak memiliki ujung yang terlalu panjang, risiko patah, terangkat, atau retak menjadi lebih kecil.

Saat ini bentuk short square atau soft square menjadi favorit.

Short square memiliki ujung kuku datar dengan sudut tegas 90 derajat, sementara soft square merupakan versi yang lebih lembut dengan sudut sedikit dibulatkan.

Pilihan Warna untuk Manikur Kuku Pendek

Untuk mempercantik tampilan kuku pendek, Juli menyarankan memilih warna-warna klasik yang tidak mudah ketinggalan tren.

Warna seperti sheer pink, milky nude, atau hanya menggunakan top coat bening dapat membuat manikur terlihat lebih elegan.

Selain itu, jangan lupakan perawatan kutikula.

Pada kuku pendek, kondisi kulit di sekitar kuku dan kutikula yang sehat menjadi kunci agar terlihat lebih mewah dan terawat.

>>> Staatsbosbeheer Tutup Tujuh Pusat Pengunjung di Belanda

"Cuticle oil tidak boleh dilewatkan," pungkas Juli.