Gelombang panas yang melanda Eropa mendorong lonjakan permintaan pendingin udara (AC). Akibatnya, buruh pabrik AC di China harus bekerja lembur untuk memenuhi pesanan.

Produsen AC asal China, Midea, menyatakan pabriknya di Shunde, Provinsi Guangdong, saat ini beroperasi tanpa henti.

>>> Vozinha di Instagram: Dari 50 Ribu ke 24 Juta Pengikut Berkat Piala Dunia

Fokus produksi diarahkan pada model PortaSplit yang dikirim ke Eropa melalui kereta barang China-Eropa.

Dalam pernyataan resmi yang dikutip Global Times, Midea melaporkan pertumbuhan penjualan yang kuat di beberapa bagian Eropa Barat.

Penjualan di Prancis, Spanyol, Jerman, dan Inggris mencatat peningkatan tahunan lebih dari 70 persen.

Selain Midea, merek peralatan rumah tangga utama China seperti Gree dan TCL juga meningkatkan produksi AC.

>>> Korban Tewas Gempa Venezuela Hampir 3.000 Orang

Langkah ini dilakukan untuk merespons cuaca panas ekstrem yang menerjang sejumlah negara Eropa, termasuk Prancis, Jerman, dan Polandia.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan lebih dari 1.300 orang tewas akibat gelombang panas di Eropa sejak Juni.

Sekretaris Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyebut gelombang panas sebagai pembunuh diam-diam.

>>> Cara Mendapatkan 3 Fitur Unggulan MacBook Pro 2026

Ia menambahkan bahwa fasilitas di Eropa, seperti sekolah dan perkantoran, tidak dirancang untuk suhu ekstrem. Fenomena ini kini menjadi perhatian tahunan yang mengkhawatirkan.