Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei dipastikan tidak akan menghadiri secara langsung rangkaian prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran sekaligus ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei.

Pejabat senior Iran Ayatollah Hakim Elahi mengungkap alasan di balik absennya Mojtaba dalam prosesi pemakaman sang ayah.

>>> Viral Mbappe Ditimpuk Bola usai Abaikan Uluran Tangan Kiper Paraguay

Menurut Elahi, Mojtaba tidak menghadiri upacara tersebut karena pertimbangan keamanan. Ia dinilai masih berpotensi menjadi sasaran serangan Israel.

Ancaman serta risiko pengintaian oleh Israel membuat kemunculan Mojtaba di hadapan publik dinilai 'berbahaya' dan berpotensi membahayakan jutaan pelayat yang menghadiri prosesi pemakaman.

Pemakaman dan Ancaman Keamanan

Ali Khamenei rencananya akan dimakamkan di Kota Mashhad pada 9 Juli.

Pemerintah Iran juga menggelar upacara penghormatan terakhir pada Sabtu (4/7) di Teheran dan di Kota Qom pada 7 Juli.

Pihak berwenang Iran memperkirakan jutaan pelayat akan turun ke jalan selama enam hari, menjadikan pemakaman tersebut salah satu peristiwa dunia yang paling banyak dipantau.

Banyak poster dan papan reklame raksasa terpasang di seluruh Iran yang menampilkan mendiang Khamenei.

>>> Bukan Egois Kok, Ini 7 Pentingnya Me Time untuk Orang Tua

Mojtaba bukan kali pertama absen dalam prosesi pemakaman anggota keluarganya.

Menurut laporan IranWire, Mojtaba juga tidak menghadiri pemakaman sang istri, Zahra Hadad Adel, pada Rabu (1/7) lalu.

Zahra merupakan salah satu korban meninggal, sama seperti Khamenei, akibat serangan udara Israel dan AS di Teheran pada 28 Februari lalu.

Media Iran mempublikasikan foto-foto upacara pemakaman Zahra di Sekolah Menengah Atas Farhang yang dihadiri oleh ayahnya, Gholam Ali Hadad Adel.

Jaringan sekolah Farhang awalnya didirikan oleh Gholam Ali Hadad Adel.

>>> Roy Suryo Ajukan Praperadilan Lagi, Kali Ini soal Penetapan Tersangka

Zahra, yang lahir pada 1979, adalah seorang guru di cabang putri Teheran dan memiliki gelar di bidang ilmu komunikasi dengan konsentrasi jurnalistik dari Universitas Allameh Tabataba'i.