Alasan Pemakaman Ali Khamenei Ditunda Berbulan-bulan
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei meninggal pada 28 Februari 2026 akibat serangan AS-Israel.
Namun, pemakamannya baru dimulai pada Jumat (3/7) dan akan berlangsung di beberapa kota di Iran dan Irak sebelum dimakamkan di Mashhad pada 9 Juli 2026.
>>> Daftar 2 Tim Negara Lolos ke Perempat Final Piala Dunia 2026
Penundaan lebih dari seratus hari ini menimbulkan pertanyaan. Dalam tradisi Islam, prosesi pemakaman biasanya harus disegerakan.
Faktor Keamanan Jadi Alasan Utama
Salah satu alasan penundaan adalah faktor keamanan.
Dikhawatirkan akan terjadi kerumunan besar pelayat seperti saat pemakaman Ayatollah Ruhollah Khomeini pada 1989 yang dihadiri jutaan orang.
Saat itu, massa membludak dan mendorong barikade, menyebabkan delapan orang tewas. Aparat hampir kehilangan kendali atas peti jenazah.
Behnam Taleblu, peneliti senior di Foundation for Defense of Democracies, mengatakan Iran tidak bisa mengadakan upacara megah di tengah gencatan senjata yang rapuh dengan AS.
Gencatan senjata akan berakhir pekan ini.
>>> Spoiler One Piece Chapter 1188: Luffy vs Imu di Elbaf
"Sederhananya, rezim terlalu takut dan terlalu lemah untuk mengambil risiko," kata Taleblu kepada New York Post seperti dikutip dari Firstpost.
Selain itu, ada kekhawatiran potensi pemboman Israel.
Kondisi Jenazah Ali Khamenei
Penundaan pemakaman membuat publik bertanya-tanya tentang kondisi jenazah.
Iran tidak memberikan keterangan resmi, namun seorang pejabat Iran mengatakan jenazah dilindungi dengan penuh hormat sesuai standar agama dan hukum.
Iman Attarzadeh, juru bicara Markas Besar Khusus untuk Pemakaman dan Penguburan Ali Khamenei, menyatakan jenazah tidak dikuburkan atau disimpan di mana pun.
Omar Mohammed, pakar kontra-terorisme, menduga jenazah disimpan di penyimpanan berpendingin, bukan dibalsem. Islam melarang pembalseman kimia pada jenazah.
>>> Chaos Zero Nightmare Umumkan Season 4 "Shattered Light and Claw" di Anime Expo 2026
"Hukum Syiah mengizinkan penguburan tertunda dan pengawetan dengan suhu dingin dalam kasus luar biasa, dan pengecualian ulama untuk Pemimpin Tertinggi mudah didapatkan," tambah Mohammed seperti dikutip dari Hindustan Times.
Update Terbaru
6 Tips Memvalidasi Perasaan Anak agar Lebih Dipahami
Minggu / 05-07-2026, 08:42 WIB
Mbappe Cetak Rekor Langka Piala Dunia, Tak Bisa Ditiru Ronaldo-Messi
Minggu / 05-07-2026, 08:42 WIB
Kapolri Lantik Enam Kapolda dan Kakorlantas Polri Baru
Minggu / 05-07-2026, 08:42 WIB
Mobil Elektrifikasi Dinilai Lebih Berkelanjutan Dibanding Program B50
Minggu / 05-07-2026, 08:42 WIB
Mbappe Usai Kalahkan Paraguay: Kami Juga Tahu Cara Bermain Kasar
Minggu / 05-07-2026, 08:42 WIB
Iran Cabut Blokade Selat Hormuz, Beri Keringanan Kapal Negara Sahabat
Minggu / 05-07-2026, 08:42 WIB
Transmart Full Day Sale Hari Ini: Diskon hingga 50% + 20% untuk Beragam Produk
Minggu / 05-07-2026, 08:38 WIB
25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026, Buruan Klaim Bundle BR Elite dan Item Premium
Minggu / 05-07-2026, 08:38 WIB
Update Harga HP Samsung Juli 2026: Dari Seri Termurah hingga Flagship
Minggu / 05-07-2026, 08:38 WIB
Paul Pelosi Terancam Dakwaan Usai Tabrak Lari di California
Minggu / 05-07-2026, 08:35 WIB
Spencer Arrighetti Tampil Gemilang Meski Astros Kalah dari Rays
Minggu / 05-07-2026, 08:35 WIB
Ratusan Anggota Patriot Front Berdemo di Washington pada Hari Kemerdekaan
Minggu / 05-07-2026, 08:33 WIB
Patrick Ewing Bergabung dengan Washington Wizards sebagai Asisten Pelatih
Minggu / 05-07-2026, 08:33 WIB
Springfield Rayakan Hari Kemerdekaan dengan Simfoni dan Pesta Kembang Api
Minggu / 05-07-2026, 08:32 WIB







