Iran memulai rangkaian pemakaman untuk mantan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei pada Sabtu (4/7/2026).

Namun, perhatian dunia justru tertuju pada ketidakhadiran putranya, Pemimpin Tertinggi saat ini, Mojtaba Khamenei.

>>> Trump Klaim AS Menang Perang Lawan Iran Saat Teheran Berduka

Mojtaba diperkirakan tidak akan menghadiri pemakaman yang berlangsung beberapa hari, menurut laporan NBC News.

Ketidakhadiran itu memunculkan spekulasi mengenai kondisi kesehatannya yang belum pernah tampil di publik sejak perang Iran dimulai.

Mojtaba Khamenei diangkat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran pada Maret 2026, setelah ayahnya tewas dalam serangan Israel dan Amerika Serikat pada 28 Februari 2026.

Sejak saat itu, ia belum pernah menyampaikan pidato atau muncul langsung di hadapan masyarakat.

Mojtaba dilaporkan mengalami luka serius dalam serangan yang menewaskan ayahnya.

Ia menderita luka bakar di wajah dan tubuh serta cedera pada salah satu kaki yang memerlukan beberapa kali operasi.

Namun, belum diketahui pasti sejauh mana cedera itu memengaruhi kemampuannya memimpin.

>>> Casio Luncurkan Jam Tangan GBX-H5600KI-5 dengan Sensor Detak Jantung dan Prakiraan Pasang Surut

Prosesi Pemakaman Tetap Berlangsung

Di tengah absennya Mojtaba, prosesi penghormatan terakhir kepada Ali Khamenei tetap berlangsung di Teheran.

Sejumlah pejabat tinggi hadir, termasuk Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf yang memberikan penghormatan di depan peti jenazah berbendera Iran.

Delegasi asing dari Rusia, China, Turki, Arab Saudi, India, hingga Afghanistan juga hadir.

Perhatian lain tertuju pada kemunculan Komandan Senior IRGC Jenderal Ahmad Vahidi, yang sebelumnya menghilang sejak 8 Februari 2026.

Foto-foto yang dirilis media pemerintah menunjukkan Vahidi menghadiri rapat persiapan pemakaman dan duduk di samping peti jenazah.

Vahidi disebut sebagai tokoh penting dalam lingkaran kekuasaan yang memiliki hubungan langsung dengan Mojtaba, terutama dalam merumuskan sikap terkait negosiasi dengan AS.

Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei akan berlangsung hingga 9 Juli. Jenazahnya akan dibawa ke sejumlah kota sebelum dimakamkan di kampung halamannya.

>>> Samsung Siap Produksi Chip AI Khusus Lewat Kolaborasi Baru pada 2026

Absennya Mojtaba menjadi sorotan besar dalam masa transisi kepemimpinan Republik Islam Iran.