Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menugaskan anak buahnya memantau aktivitas di berbagai pasar untuk melihat langsung kondisi perekonomian masyarakat.

Purbaya mengatakan dirinya juga rutin mengunjungi sejumlah pasar untuk memantau aktivitas ekonomi secara langsung.

>>> Disney Perbarui Dragon Striker untuk Musim Kedua, Tayang Awal 2027

"Saya kan sering jalan-jalan tuh ke pasar-pasar. Bagus juga.

Terus kalau kita jalan Sabtu Minggu aja dimana-mana kan masih masyarakat pada belanja," ujar Purbaya dalam wawancara bersama Denny Sumargo yang diunggah di kanal YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo, Kamis (2/7).

Dia mengakui tidak mungkin mengunjungi seluruh pasar di Indonesia. Oleh karena itu, ia menyebarkan anak buahnya ke sejumlah titik untuk mengamati kondisi pasar.

"Enggak mungkin saya ke semua pasar, kan? Jadi saya ambil titik-titik yang ini dan saya sebar anak buah saya juga.

Saya suruh lihat gimana keadaan sih. Masih rame enggak?

Masih rame," ujar Purbaya.

Berdasarkan laporan yang diterimanya, aktivitas ekonomi di sejumlah daerah masih tergolong ramai.

"Jogja macet, Surabaya macet, pasarnya di sini macet," ujar Purbaya.

>>> Pabrik Cakram PlayStation Terbesar Sony Mulai Beralih ke Mikro Optik

Meski mengakui masih ada kondisi ekonomi yang belum sesuai harapan masyarakat, Purbaya menegaskan Indonesia tidak sedang menuju krisis ekonomi.

Ia juga tidak sepakat dengan pernyataan orang yang menyebutkan kehidupan sehari-hari itu sulit.

"Jadi enggak benar kalau orang bilang angka ekonomi bagus, tapi kehidupan sehari-hari susah. Mungkin belum sesenang yang mereka harapkan," ujar Purbaya.

Purbaya sebelumnya pernah mengatakan kondisi ekonomi Indonesia saat ini tidak mengarah pada krisis seperti yang terjadi pada 1997-1998 meski nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sedang melemah.

"Yang penting gini, kita tidak sedang menuju keadaan seperti (krisis) 1997-1998 lagi. Fiskal kita baik, ekonominya bagus," ujarnya di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (6/6).

Menurut Purbaya, tekanan yang terjadi saat ini lebih disebabkan oleh sejumlah sentimen negatif yang memengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah.

"Hanya ada sedikit negatif yang mengganggu sedikit terhadap nilai tukar," ujarnya.

Ia meyakini kondisi pelemahan rupiah ini dapat diatasi melalui koordinasi yang baik antara pemerintah dan Bank Indonesia.

>>> Meccha Chameleon Jadi Game Terlaris 2026, Penjualan Tembus 12,6 Juta Kopi

"Itu harusnya bisa diperbaiki dengan koordinasi yang baik-baik antara pemerintah, Departemen Keuangan, dengan Bank Indonesia," ujar Purbaya.